Senin, 26 Oktober 2020

Dirimu, fatamorgana.

Aku akan bercerita

Bukan tentang kisah cinta

Ataupun tentang lara

Mungkin...

Hanya sekedar fatamorgana.


Tuan,

Kau tidak tahu bukan bahwa ada sepasang mata yang selalu menatapmu dari kejauhan

Merekam senyuman yang selalu kau perlihatkan

Mengingat setiap canda yang terjadi

Semua tersimpan rapih dalam memori.


Apa kau merasakannya?

Apa kau sadar tentang semuanya?

Ah sudahlah...

Mungkin semesta mempertemukan kita bukan untuk dijadikan sebuah kisah

Kamu hanya sepotong cerita yang pernah singgah.


Mengharapkanmu, hanyalah angan semu

Cukup sudah, biar ku simpan semua cerita tentang mu

Biar terkikis oleh putaran waktu

Meski kini aku tak lagi dapat bertemu denganmu.


-PerempuanPenggemarRindu- 

Jumat, 23 Oktober 2020

Senja yang mati

 Hei, kemarilah!

Sudah lama kita tidak bersua

Apakah kau sudah bahagia?

Ataukah kau masih menjaga?


Ah, sudahlah

Bagaimana bisa menjaga sesuatu yang sudah bukan milik?

Apa tidak membuatmu merasa terusik?


Aku sendiri menyusuri luka terdalam

Tatapku kosong bagai tak bernyawa

Kemana? kemana larinya senja?

Sudah setengah remuk jiwa raga


Membiarkan ia pergi

Membuat hampa semakin menjadi

Dan aku ingat, senja ku telah mati

Tak mungkin ia kembali.


-PerempuanPenggemarRindu-

Kamis, 22 Oktober 2020

Tentang rasa, kamu dan harap

Ku tulis catatan cinta dari hati yang tersembunyi

Ku tulis untaian kata untuk sebuah nama

Ku curahkan semua dalam ungkapan kata sederhana


Hari ini, aku berjumpa lagi dengannya

Seperti biasa,

Lagi-lagi aku hanya bisa mengaguminya

Tanpa pernah berbicara bahwa aku jatuh hati padanya

Seperti biasa,

Lagi-lagi aku hanya bisa memendam

Mencintainya dalam diam


Senyumannya yang selalu tersimpan dalam memori

Tatapannya yang selalu mengusik hati

Membuat diri ini semakin lupa diri


Tuan,

Semua hal tentang dirimu

Hanya berakhir dalam rindu

Semua masih tampak semu

Untuk bisa mendapatkanmu


-PerempuanPenggemarRindu-