Jumat, 18 November 2022
Ku kira kau rumah
Rabu, 12 Oktober 2022
Bait-bait Semusim
Ada yang pergi tanpa permisi
Ada yang hilang tanpa bilang
Ada yang pisah tanpa berbuat kisah
Dan ada yang akan tetap dirindukan meski sudah dipendam
Apa Tuan sudah pernah tahu?
Bahwa telah lama rindu berjihad melawan waktu
Melawan jarak demi sebuah sapa dan janji temu
Hingga lelah menunggu ribuan pelukan yang tak sempat dicumbu
Tuan, dalam sajak-sajak berbisik gundah
Ada puan insomnia yang resah
Lelah memuja harap
Lelah menghitung sepi yang mulai bernyawa, pada yang kerap menorehkan luka
Malam semakin membawa gelisah
Menyebabkan sakit karna dipermainkan waktu
Dan berujung kecewa
Aku menjadi hampa
Candunya makin sekarat
Candunya membutuhkan dekap
Tuan, puan ini sedang mengalami sebuah rindu yang bangsat
Dan hanya tuan yang mampu menjadi obat
Bait-bait semusim kini telah berganti
Aku berlari tanpa menepi
Mencari kehangatan matahari
Namun, kau tak kunjung kembali
Dan hanya menggantung di atas bumi.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tentang Hujan dan Secangkir Kopi
Jumat, 02 September 2022
Semesta ku yang hilang
Kepada semesta yang tak biasanya hening
Saat ini, semua hal telah berubah menjadi luka yang entah memiliki penawar atau tidak
Apa kabar, semestaku?
Apakah kamu rindu?
Entah ini sudah melewati berapa banyak malam, tanpa adanya kamu di hari-hariku.
Semestaku, aku rindu pelukmu
Pelipur lara dikala hati dirundung kecewa
Saling bercerita saat dunia sedang tidak baik-baik saja
Semesta, kini aku hilang
Aku tidak tenang.
Berat sekali ya rasanya berbicara tentang mengikhlaskan
Bahkan, sampai saat ini pun aku masih membutuhkan waktu untuk itu
Perihnya memang sudah pergi
Tapi sisanya akan tetap menjadi luka.
Kini aku telah sampai pada titik dimana aku sudah tidak percaya pada semesta yang lainnya
Padahal, dulu kamu yang selalu bilang bahwa semua akan baik-baik saja dan berakhir bahagia
Nyatanya, kamu sebagai semesta hilang juga
Meninggalkan duka yang tak ada ujungnya.
Lalu, apa aku harus rela?
Kini semuanya punah
Hari-hari bersamanya kini telah usai
Semestaku telah hilang dan tak pernah kembali pulang
Aku sudah hancur, bahagiaku pun ikut melebur
Semesta milik ku kini telah abadi
Menghilang dari peradaban di bumi
Merelakannya pergi untuk bersama Sang Illahi.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 13 Juli 2022
Mati Rasa
Akhir-akhir ini aku suka kesendirian
Melepaskan satu per satu yang sebenarnya aku sendiri sudah tidak kuat lagi selama ini
Terlalu banyak hal yang beterbangan di kepalaku
Menjadikanku rumit untuk memulai sesuatu yang baru
Aku hidup dalam ruangku yang kini mendadak diam
Terbelenggu dan penuh kekosongan
Ruanganku kini sudah gelap dan tak lagi terang
Jangan mencoba masuk dan memberi warna kalau tidak mau tersesat sendirian
Akhir-akhir ini aku sering merasa hancur
Di rangkul oleh sakit dan kecewa
Aku juga sudah berdarah-darah melawan diriku sendiri
Jangan kau tambah lagi rasa sakit atas luka ini
Entah kapan diri ini akan berdamai dengan hati dan menerima semua yang terjadi
Aku mati rasa
Aku sudah tidak tahu lagi kemana aku harus berlari
Apakah aku juga masih pantas untuk merasa bahagia di tengah luka yang masih menganga?
Asaku hampir lenyap. Ingin rehat, tapi dipaksa bergerak demi sebuah harap
Rupanya lelah juga ya melawan kata hati
Untuk semesta yang terus berputar tetaplah menapaki aku di bumi
Biarkan waktu yang menceritakan bagaimana remuknya aku sekarang ini
-PerempuanPenggemarRindu-
Senin, 06 Juni 2022
Tentang Seorang Anak Perempuan
Ini tentang seorang anak perempuan, yang selalu terlihat ceria dan tersenyum lebar dihadapan banyaknya orang.
Tentang seorang anak perempuan yang ingin menyerah, namun ada secercah harapan orang tua yang selalu membayanginya.
Tentang seorang anak perempuan yang harus menepati janji pada dirinya sendiri untuk sukses dan mengangkat derajat keluarganya.
Tentang seorang anak perempuan yang selalu menangis di malam hari menjelang tidur, tatkala memikirkan kemana arah hidup akan membawanya.
Tentang seorang anak perempuan yang memikirkan betapa sulit untuk tetap terlihat bahagia ditengah-tengah tekanan yang ada.
Capek untuk bertahan, tentu saja.
Ini adalah tentang seorang anak perempuan yang dipatahkan berkali-kali dan masih dipaksa untuk tegar.
Tentang seorang anak perempuan yang dilatih keras oleh keadaan.
Ingin sekali membenci kehidupan yang perlahan mulai membunuh
Anak perempuan ini sudah banyak ditumbuk untuk terus tumbuh walaupun sudah rapuh
Anak perempuan ini sudah runtuh, dan tak lagi utuh.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 02 Maret 2022
Senja bersama luka
Selalu ada luka dikala senja
Menata cerita dan kisah dalam jiwa
Indah senja kala itu sirna seketika
Tatkala kau mengungkapkan segala rasa
Kala itu, kau menjanjikanku bahagia
Namun nyatanya, kau meninggalkan luka dibatas senja
Aku masih disini, bertahan dalam sendiri
Dimakan oleh sepi dan nyaris mati
Jika mesin waktu itu nyata
Aku ingin kembali ke waktu beberapa tahun lalu
Dan berusaha untuk menolak kedatanganmu
Sehingga aku tak akan membukakan pintu
Senja tidak sedang bercanda kala itu
Ia terbenam membawa pilu
Senja yang kemudian luka dan patah hati
Kemudian membunuh dirinya sendiri, agar sulit untuk ditemui.
-PerempuanPenggemarRindu-
Untuk kamu yang patah
Aku, Rindu, dan Senja
Hari ini senja kembali menyapa
Dia bercerita tentang romansa diujung rasa
Desah resah kian bait yang tak terbaca
Sepenggal diksi melewati aksara
Aku hanya bisa mengungkapkan beberapa kata
Menggumpal dalam kalimat menyapa
Tentang aku, rindu, dan senja
Setidaknya aku bisa menerbangkan puing-puing asa
Katanya, kau hadir sebagai lentera
Nyatanya, kau malah menambah luka
Kini semua benar-benar sunyi
Senja telah pergi meninggalkan mentari
Namun senja tak pernah ingkar janji, bahwa ia pasti kembali.
-PerempuanPenggemarRindu-
Pada Angin Senja
Pada angin senja
Mengunjungi jauh, menyelisik rasa
Ada yang dipendam dalam balik dada
Membaluri jiwa yang menderita
Pada angin senja
Di tiap ruas-ruas waktu memicu
Ingin ku hempas jiwa yang menderita
Cedera karna penuh luka dan lara
Aku bertanya-tanya, "apakah ada orang disana?"
Diujung cakrawala, aku kesepian
Sendiri dijera oleh harapan
Diujung senja yang tiada tujuan
Apakah memang aku yang kau tuju untuk dihancurkan?
-PerempuanPenggemarRindu-
Hai, capek ya?
Engga apa-apa, nangis aja
Bukan berarti kamu cengeng,
Setidaknya bisa tenangin hati
Walau engga ada solusi.
Pasti capek ya?
Capek menutupi semua, padahal lagi engga baik-baik aja
Capek ya?
Disuruh ketawa dan dipaksa keadaan, buat engga ada apa-apa.
Pasti berat banget ya buat bertahan?
Pura-pura kuat padahal rapuh
Terkadang, kita dipaksa buat nerima keadaan
Tanpa dimintai persetujuan.
Muak ya?
Engga apa-apa teriak aja
Kamu udah hebat bisa dititik ini melewati semuanya
Kadang, memang takdir bisa membanting stir
Dan berjalan sebrengsek itu.
Hidup memang suka bercanda
Nangis aja engga apa-apa
Tapi, jangan nyerah ya!
Soalnya, kadang mereka seringkali lupa kalau orang yang tertawa bisa terluka juga.
-PerempuanPenggemarRindu-