Aku cemburu, pada mereka yang selalu bisa bersamamu.
Aku cemburu, pada mereka yang selalu bisa menikmati canda tawa dan senyumanmu.
Egoiskah aku, bila aku cemburu?
Posesifkah aku, pada dirimu?
Aku cemburu,
Disaat mereka dapat bersamamu melewati hari-hari setiap waktu
Sedangkan aku hanya menikmati wujud semu tanpa bertemu
Aku bisa bersamamu tak setiap waktu, tak selalu bisa menikmati senyumanmu dan tawa renyahmu
Aku cemburu,
Pada mereka yang berjumpa dengan ragamu setiap waktu
Sedangkan aku? Hanya menunggu panggilan datang darimu
Perbedaan waktu, signal, kondisi yang membuat kita renggang dalam berkomunikasi
Dan aku benci akan hal ini.
Kau tahu sayang?
Aku cemburu.
Cemburu pada setiap insan yang dapat bertatap muka tanpa harus menunggu.
Pada mereka yang selalu bisa berjalan berdua kapanpun mereka mau
Kita? Hanya bisa menunggu waktu dan itupun hanya dalam waktu tertentu.
Sayang, egoiskah aku jika memintamu untuk tidak pergi?
Egoiskah aku, jika aku memintamu untuk tetap disini?
Tapi, tidak mungkin. Selalu ada negara diantara aku dan kamu.
Kita diberi pilihan yang teramat pelik.
Sayang, kau harus tahu.
Biarpun aku cemburu, aku tetap bisa mendekapmu dalam do'aku di setiap sujudku.
-PerempuanPenggemarRindu-
Senin, 30 April 2018
Teman Kecil
Hey, kau kah itu?
Yang sekarang telah menjelma sebagai sosok laki-laki rupawan?
Kau kah itu?
Yang dahulu selalu saja kabur dariku saat bertemu?
Teman kecilku.
Ingatkah dulu, kita selalu dipasangkan saat parade?
Ingatkah dulu, kau sangat lugu dan pemalu
Sedangkan aku galak dan tak tahu malu
Berbanding terbalik bukan? Hahaha.
Kau tahu? Aku selalu memperhatikanmu apapun itu sejak kita kecil
Tujuanku main kerumahmu bukan karena ada anak anjing yang lucu melainkan kamu
Tapi, kau malah kabur kerumah sahabatmu karna takut kepadaku
Hahaha lucu sekali.
Waktu pun berlalu, aku yang pergi meninggalkanmu tanpa berpamit
Hingga waktu mempertemukan kita kembali saat kita sudah remaja
Kau ingat tahun berapa itu?
Dimana malam itu kau datang kerumah eyang ku dan tak sengaja bertemu
Dimana aku kaget melihatmu karena perubahanmu yang sungguh drastis.
Tapi, ada yang tak berubah darimu.
Apa itu? Senyummu dan sikap pemalumu.
Malam itu, untuk pertama kali kau dengan berani meminta nomor ponselku.
Malam itu, untuk pertama kali kita kembali bernostalgia bersama didepan pintu.
Kau ingat? Bagaimana caramu mengungkapkan perasaan hatimu padaku yang membuatku tak berhenti tersenyum?
Berdebar jantungku.
Namun, saat jarak harus berpihak kembali.
Kau hilang lagi bagai ditelan bumi.
Kau muncul kembali saat semua sudah tiada berarti.
Teman kecilku, jangan khawatir.
Aku selalu menyayangimu walau entah bagaimana dengan kamu
Teman kecilku, tunggu saja takdir Tuhan apapun itu.
Kau tetap berarti untukku, apapun itu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Yang sekarang telah menjelma sebagai sosok laki-laki rupawan?
Kau kah itu?
Yang dahulu selalu saja kabur dariku saat bertemu?
Teman kecilku.
Ingatkah dulu, kita selalu dipasangkan saat parade?
Ingatkah dulu, kau sangat lugu dan pemalu
Sedangkan aku galak dan tak tahu malu
Berbanding terbalik bukan? Hahaha.
Kau tahu? Aku selalu memperhatikanmu apapun itu sejak kita kecil
Tujuanku main kerumahmu bukan karena ada anak anjing yang lucu melainkan kamu
Tapi, kau malah kabur kerumah sahabatmu karna takut kepadaku
Hahaha lucu sekali.
Waktu pun berlalu, aku yang pergi meninggalkanmu tanpa berpamit
Hingga waktu mempertemukan kita kembali saat kita sudah remaja
Kau ingat tahun berapa itu?
Dimana malam itu kau datang kerumah eyang ku dan tak sengaja bertemu
Dimana aku kaget melihatmu karena perubahanmu yang sungguh drastis.
Tapi, ada yang tak berubah darimu.
Apa itu? Senyummu dan sikap pemalumu.
Malam itu, untuk pertama kali kau dengan berani meminta nomor ponselku.
Malam itu, untuk pertama kali kita kembali bernostalgia bersama didepan pintu.
Kau ingat? Bagaimana caramu mengungkapkan perasaan hatimu padaku yang membuatku tak berhenti tersenyum?
Berdebar jantungku.
Namun, saat jarak harus berpihak kembali.
Kau hilang lagi bagai ditelan bumi.
Kau muncul kembali saat semua sudah tiada berarti.
Teman kecilku, jangan khawatir.
Aku selalu menyayangimu walau entah bagaimana dengan kamu
Teman kecilku, tunggu saja takdir Tuhan apapun itu.
Kau tetap berarti untukku, apapun itu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Bandara
Ada begitu banyak alasan untuk mencintai dan membenci bandara,
Apakah kau ingin tahu atau tidak?
Bandara, yaa bandara.
Tempat kau temukan sejuta cerita.
Kau bisa saja menemukan orang yang bahagia
Kau bisa saja menemukan orang yang sedang sedih
Kenapa?
Bandara selalu saja membuat pertemuan dan perpisahan menjadi satu.
Kau akan melihat berapa banyak pelukan rindu disana yang menunggu.
Berapa banyak tangis yang tak merelakan kepergian.
Kau akan terenyuh akan hal itu.
Bandara menjadi saksi bisu para insan yang sedang dilanda rindu.
Terkadang, bandara merebut sesuatu.
Ia merebut kebahagiaan orang lain,
Karena bandara adalah pemisah,
Bagi mereka yang pergi atau tidak.
Bandara, kau akan temukan sejuta orang baru disana.
Yang kini kau tak kenal siapa orangnya, tapi nanti, siapa tahu?
Bisa jadi kau bertemu dengan tambatan hatimu dibandara.
Bisa jadi kau kehilangan dengan orang tersayangmu dibandara.
Bandara mengingatkanku akan dirimu yang datang jauh untuk pergi lagi.
Dimana kita bertemu hanya sebentar, kau melambaikan tangan tanda perpisahan.
Oh tidak, bandara.
Tolong, bawalah aku terbang walau sementara dan entah kemana.
Asal aku bisa pergi dan hatiku tidak merana lagi karna menunggu sebuah pertemuan.
-PerempuanPenggemarRindu-
Jumat, 27 April 2018
Aku Merindukanmu
Sudut sepi, kala itu..
Kembali aku merindukanmu, sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari dikalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu.
Masih ku ingat saat itu.. Ya saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu
Kubangan hening kala itu..
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku.
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu
Kamar sunyiku, saat itu..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan?
Cintamu, cuma itu
Cinta yang membuka mataku
Pula yang membuka hatiku
Dan dalam bayangan pandanganku, aku melihatmu..
Hingga takkan bosan ku berbisik di telingamu
"Aku Merindumu"
-PerempuanPenggemarRindu-
Kembali aku merindukanmu, sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari dikalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu.
Masih ku ingat saat itu.. Ya saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu
Kubangan hening kala itu..
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku.
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu
Kamar sunyiku, saat itu..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan?
Cintamu, cuma itu
Cinta yang membuka mataku
Pula yang membuka hatiku
Dan dalam bayangan pandanganku, aku melihatmu..
Hingga takkan bosan ku berbisik di telingamu
"Aku Merindumu"
-PerempuanPenggemarRindu-
Ketika Aku Jatuh Cinta Kepadamu
Dalam balutan semilir angin malam yang tak kunjung menghangat
Ku rapatkan jaket ini untuk penghangat
Dalam rayuan semilirnya angin yang syahdu
Aku mengingatmu dalam lamnunanku
Ketika aku telah mengenalmu seiring berjalannya waktu
Tiba-tiba saja aku jadi sering senyum sendiri, merasa begitu bahagia saat menyambut esok hari datang lagi hanya untuk memastikanmu masih ada disini.
Dibenak ini, aku mulai merasakan ada yang aneh dalam diriku
Saat aku mengenalmu, ada getaran-getaran aneh yang tidak biasanya aku rasakan
Aku menjadikanmu candu dalam setiap aktivitasku
Aku merasa ada yang hilang jika aku tak mendengar kabar darimu
Mungkinkah aku mencintaimu?
Entah sejak kapan perasaan ini muncul
Hanya saja aku merasa ada yang hilang jika kau tak ada kabar
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Aku telah menjadikanmu candu dalam setiap kerinduanku
Ketika aku jatuh cinta padamu
Bumi serasa tak berputar, waktu serasa berhenti dan dunia serasa milik sendiri
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Hal yang mungkin terlalu bodoh adalah aku terlalu dalam untuk mencintai seseorang
Tak peduli seberapa seringnya nanti kecewa yang kutelan
Tak peduli seberapa seringnya aku merasakan sakit hati
Hanya saja aku tidak peduli akan itu
Yang aku tahu, ketika aku jatuh cinta terhadapmu
Yang ada dilintasanku hanya kamu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Ku rapatkan jaket ini untuk penghangat
Dalam rayuan semilirnya angin yang syahdu
Aku mengingatmu dalam lamnunanku
Ketika aku telah mengenalmu seiring berjalannya waktu
Tiba-tiba saja aku jadi sering senyum sendiri, merasa begitu bahagia saat menyambut esok hari datang lagi hanya untuk memastikanmu masih ada disini.
Dibenak ini, aku mulai merasakan ada yang aneh dalam diriku
Saat aku mengenalmu, ada getaran-getaran aneh yang tidak biasanya aku rasakan
Aku menjadikanmu candu dalam setiap aktivitasku
Aku merasa ada yang hilang jika aku tak mendengar kabar darimu
Mungkinkah aku mencintaimu?
Entah sejak kapan perasaan ini muncul
Hanya saja aku merasa ada yang hilang jika kau tak ada kabar
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Aku telah menjadikanmu candu dalam setiap kerinduanku
Ketika aku jatuh cinta padamu
Bumi serasa tak berputar, waktu serasa berhenti dan dunia serasa milik sendiri
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Hal yang mungkin terlalu bodoh adalah aku terlalu dalam untuk mencintai seseorang
Tak peduli seberapa seringnya nanti kecewa yang kutelan
Tak peduli seberapa seringnya aku merasakan sakit hati
Hanya saja aku tidak peduli akan itu
Yang aku tahu, ketika aku jatuh cinta terhadapmu
Yang ada dilintasanku hanya kamu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 25 April 2018
Aku Benci Rindu
Aku benci rindu.
Aku benci rindu saat harus menahan untuk pulang ke hatimu.
Aku benci menunggu.
Aku benci menunggu saat sudah untuk berjumpa denganmu.
Aku benci rindu.
Saat ia mulai bergejolak dan menuntut untuk sebuah pertemuan.
Aku benci rindu.
Saat harus terus menunggu kepastian.
Aku merasa kalah oleh rindu.
Mengapa? Karena rindu selalu saja bertambah tanpa tahu caranya untuk berkurang.
Benteng yang aku bangun sekokoh mungkin, seketika terkalahkan oleh rasa rindu.
Dinding hati terasa panas dan sangat menggebu-gebu.
Aku benci rindu.
Saat kau tak ada disampingku, aku merindumu.
Rindu ini selalu saja berusaha mengetuk untuk masuk.
Aku benci akan hal ini.
Rindu, apakah kau tidak lelah mengetuk hati yang sedang bertahan?
Menunggu untuk sebuah pertemuan?
Rindu, tidakkah kau bisa sabar agar semakin tak karuan?
Oh sayang, apakah kau juga membenci rindu?
Atau malah kau senang disiksa oleh rindu?
Jujur, aku benci rindu untuk saat ini.
Aku benci menunggu kali ini.
Biarkan semua ini aku pendam sendiri.
Hingga tiba saatnya nanti kita berjumpa kembali.
-PerempuanPenggemarRindu-
Aku benci rindu saat harus menahan untuk pulang ke hatimu.
Aku benci menunggu.
Aku benci menunggu saat sudah untuk berjumpa denganmu.
Aku benci rindu.
Saat ia mulai bergejolak dan menuntut untuk sebuah pertemuan.
Aku benci rindu.
Saat harus terus menunggu kepastian.
Aku merasa kalah oleh rindu.
Mengapa? Karena rindu selalu saja bertambah tanpa tahu caranya untuk berkurang.
Benteng yang aku bangun sekokoh mungkin, seketika terkalahkan oleh rasa rindu.
Dinding hati terasa panas dan sangat menggebu-gebu.
Aku benci rindu.
Saat kau tak ada disampingku, aku merindumu.
Rindu ini selalu saja berusaha mengetuk untuk masuk.
Aku benci akan hal ini.
Rindu, apakah kau tidak lelah mengetuk hati yang sedang bertahan?
Menunggu untuk sebuah pertemuan?
Rindu, tidakkah kau bisa sabar agar semakin tak karuan?
Oh sayang, apakah kau juga membenci rindu?
Atau malah kau senang disiksa oleh rindu?
Jujur, aku benci rindu untuk saat ini.
Aku benci menunggu kali ini.
Biarkan semua ini aku pendam sendiri.
Hingga tiba saatnya nanti kita berjumpa kembali.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sabtu, 14 April 2018
Jarak dan Jeda
Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jarak
Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jeda
Saat kau selalu bersamanya setiap waktu dan tak saling berpihak
Saat tiap hari berjumpa dan tak saling tegur sapa.
Apa kau mengerti akan adanya jarak yang dialami saat anak dan ayah sedang tak ingin berdiskusi?
Apa kau merasakan jeda yang teramat pedih saat kau harus memberikan celah pada suatu masalah?
Tidakkah kau merasa bahwa jarak dan jeda itu sangatlah menyiksa?
Kenapa? Karna itu membuat semuanya diam membisu.
Ini bukan soal cinta, bukan juga tentang selingkuh
Ini perkara hati, perasaan, dan logika saat tak saling bertautan
Ini perkara sepele yang semakin di diamkan semakin menjadi kaku
Membuat suasana hati menjadi serba salah
Tahukah kau wahai jeda?
Aku benci saat kau harus hadir ditengah-tengah aku dan ayah.
Tahukah kau wahai jarak?
Aku benci saat aku harus bersikap dingin terhadap ayah!
Mungkin ini salahku. Tapi tidak sepenuhnya ini salahku!
Karena apa? Ayahpun tak memahami situasiku
Ayah, maafkan anakmu yang terkadang suka membuat luka dihatimu
Biar bagaimanapun aku tetap menyangimu dalam hidup dan matiku
Ayah, aku telah berusaha untuk mencairkan suasana
Tapi kau masih saja bersikap keras dan dingin
Ayah, jujur aku benci saat aku harus berpura-pura baik-baik saja
Aku benci saat harus menahan tangis di depanmu.
Aku benci akan adanya jarak dan jeda diantara kita
Bukan aku tak ingin disayang atau dimanja
Aku terkadang merasa sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi yang masih ingin kau timang-timang
Maafkan aku yang terkadang galak, yang selalu mengadu apapun itu.
Percayalah ayah, aku selalu menyayangimu.
Dan aku rindu, bukan situasi ini yang aku inginkan
Entah situasi apa yang aku rindukan
Yang jelas aku benci akan jarak dan jeda diantara kerinduan
-PerempuanPenggemarRindu-
Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jeda
Saat kau selalu bersamanya setiap waktu dan tak saling berpihak
Saat tiap hari berjumpa dan tak saling tegur sapa.
Apa kau mengerti akan adanya jarak yang dialami saat anak dan ayah sedang tak ingin berdiskusi?
Apa kau merasakan jeda yang teramat pedih saat kau harus memberikan celah pada suatu masalah?
Tidakkah kau merasa bahwa jarak dan jeda itu sangatlah menyiksa?
Kenapa? Karna itu membuat semuanya diam membisu.
Ini bukan soal cinta, bukan juga tentang selingkuh
Ini perkara hati, perasaan, dan logika saat tak saling bertautan
Ini perkara sepele yang semakin di diamkan semakin menjadi kaku
Membuat suasana hati menjadi serba salah
Tahukah kau wahai jeda?
Aku benci saat kau harus hadir ditengah-tengah aku dan ayah.
Tahukah kau wahai jarak?
Aku benci saat aku harus bersikap dingin terhadap ayah!
Mungkin ini salahku. Tapi tidak sepenuhnya ini salahku!
Karena apa? Ayahpun tak memahami situasiku
Ayah, maafkan anakmu yang terkadang suka membuat luka dihatimu
Biar bagaimanapun aku tetap menyangimu dalam hidup dan matiku
Ayah, aku telah berusaha untuk mencairkan suasana
Tapi kau masih saja bersikap keras dan dingin
Ayah, jujur aku benci saat aku harus berpura-pura baik-baik saja
Aku benci saat harus menahan tangis di depanmu.
Aku benci akan adanya jarak dan jeda diantara kita
Bukan aku tak ingin disayang atau dimanja
Aku terkadang merasa sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi yang masih ingin kau timang-timang
Maafkan aku yang terkadang galak, yang selalu mengadu apapun itu.
Percayalah ayah, aku selalu menyayangimu.
Dan aku rindu, bukan situasi ini yang aku inginkan
Entah situasi apa yang aku rindukan
Yang jelas aku benci akan jarak dan jeda diantara kerinduan
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 04 April 2018
Kisah masa lampau
Biar aku bercerita kali ini.
Biar aku bernostalgia hari ini.
Inginkah kalian tahu, bahwa aku mempunyai kisah yang begitu seru.
Menurutku, dan entah menurutmu.
Berawal saat aku masih SMP kelas VII A.
Aku dikenalkan seorang lelaki oleh saudaraku yang awalnya untuk cari pacar.
Lalu, berkenalanlah waktu masih jamannya SMS-an, belum ada WA, IG, LINE, BBM dan lainnya. Hanya ada facebook hahaha.
Berkenalan melalui SMS pada malam hari selesai belajar.
Sebut saja dia Mr.R. Awalnya dia sombong, sok cuek banget tapi baik.
Aku di Cirebon dan dia di Purwokerto sekolah di MTS ternama disana aku lupa.
Seiring berjalannya waktu, kita sering sms-an, lalu tiba dimana aku pulang kampung, dan aku berencana untuk bertemu dengan dia.
Sebelum bertemu, aku dikerjain oleh temannya, sebut saja Mr.U dan Mr.B.
Mereka sangat baik, kocak abis dan seru! Kalian harus tahu, mereka super duper perhatian dan protektif!
Akhirnya, hari minggu pagi aku ketemu sama mereka bertiga.
Kita semua jalan-jalan pagi ke Gor satria Purwokerto.
Dongeng engga ada habisnya dari A-Z.
Engga ada jaim-jaimnya pokoknya.
Sampai beberapa kali pertemuan yang menjadikan kita semua semakin dekat terutama sama Mr.R si manusia baperan ini hahahaa :D
Awalnya pada ngira kalau kita ini bakalan taken. Nyatanya? Ngakak. hahahah
Engga ada taken, boro-boro dehhhh. Orang dia itu manusia playboy hahaha. Tapi takut kalau udah digalakin, gampang luluh sekalinya diperhatiin banget.
Pokoknya selama beberapa tahun itu penuh warna, sampai akhirnya mereka bertiga punya pacar semua dan aku masih tetap jomblo :D hahaha.
Mereka bertiga seperti kakak laki-laki yang selalu melindungi adhek perempuannya. Kalian tahu mereka sekarang udah kayak apa? Mr.U dan Mr.B udah kuliah di UMP semester akhir menuju skripsi dan wisuda. Sedangkan manusia baperan ini telah bekerja kwkwwk.
Terakhir kali aku bertemu mereka adalah lebaran tahun 2015/2016. Tapi, komunikasi masih tetap berjalan walaupun jarang bertemu. Masih suka curhat engga jelas, dan suka ngadu kalau ada yang macem-macem hahaha.
Kedekatan aku dan Mr.R ini, kadang dia masih suka baper. Engga tau kenapa ini orang ngeselin amat.
Kalau aku terakhir ketemu Mr.R ini tahun 2016/2017 kayaknya pas janjian makan mie ayam dadakan sampe nyasar dulu padahal tempatnya deket dari rumah *plak*.
Posisinya dia udah punya cewek dari jaman dia SMK dan ngumpet" mau ketemu aku hanya karna ceweknya cemburuan abis -_- . Padahal jauh sebelum sama ceweknya, aku udah kenal dia dari ingusan hahaha.
Tapi yaudahlah ya namanya juga jaga perasaan. Makan mie ayam terus foto-foto.
Oh iya! aku jadi ingat pas main sama mereka ke taman satria dan mandi-mandian di Sungai Pelus! hahaha.
Main kesawah cuman buat ngelihat satu sama lain. Terus aku ngusir secara engga sopan dan engga enak hati banget pas lebaran cuman karna mereka semua ngeselin fixxx, terus aku nangis karna ngerasa bersalah dan baiknya mereka memaafkan adhek kecil ini dan menasehatinya dengan baik. Kisahnya ma keliatannya engga jelas pokoknya hahaha, yang penting masa depannya tetap jelas *eaaaa
Dannnn disitu adalah masa-masa ingusan sampai gede yang tak terlupakan yaaaaaaa.
Pokoknya aku sayang kalian pakai banget <3
So sorry kalau engga seru menurut kalian. Tapi, kalau ikut ngalamin pasti kalian juga engga bisa lupa deh.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH.
-PerempuanPenggemarRindu-
Biar aku bernostalgia hari ini.
Inginkah kalian tahu, bahwa aku mempunyai kisah yang begitu seru.
Menurutku, dan entah menurutmu.
Berawal saat aku masih SMP kelas VII A.
Aku dikenalkan seorang lelaki oleh saudaraku yang awalnya untuk cari pacar.
Lalu, berkenalanlah waktu masih jamannya SMS-an, belum ada WA, IG, LINE, BBM dan lainnya. Hanya ada facebook hahaha.
Berkenalan melalui SMS pada malam hari selesai belajar.
Sebut saja dia Mr.R. Awalnya dia sombong, sok cuek banget tapi baik.
Aku di Cirebon dan dia di Purwokerto sekolah di MTS ternama disana aku lupa.
Seiring berjalannya waktu, kita sering sms-an, lalu tiba dimana aku pulang kampung, dan aku berencana untuk bertemu dengan dia.
Sebelum bertemu, aku dikerjain oleh temannya, sebut saja Mr.U dan Mr.B.
Mereka sangat baik, kocak abis dan seru! Kalian harus tahu, mereka super duper perhatian dan protektif!
Akhirnya, hari minggu pagi aku ketemu sama mereka bertiga.
Kita semua jalan-jalan pagi ke Gor satria Purwokerto.
Dongeng engga ada habisnya dari A-Z.
Engga ada jaim-jaimnya pokoknya.
Sampai beberapa kali pertemuan yang menjadikan kita semua semakin dekat terutama sama Mr.R si manusia baperan ini hahahaa :D
Awalnya pada ngira kalau kita ini bakalan taken. Nyatanya? Ngakak. hahahah
Engga ada taken, boro-boro dehhhh. Orang dia itu manusia playboy hahaha. Tapi takut kalau udah digalakin, gampang luluh sekalinya diperhatiin banget.
Pokoknya selama beberapa tahun itu penuh warna, sampai akhirnya mereka bertiga punya pacar semua dan aku masih tetap jomblo :D hahaha.
Mereka bertiga seperti kakak laki-laki yang selalu melindungi adhek perempuannya. Kalian tahu mereka sekarang udah kayak apa? Mr.U dan Mr.B udah kuliah di UMP semester akhir menuju skripsi dan wisuda. Sedangkan manusia baperan ini telah bekerja kwkwwk.
Terakhir kali aku bertemu mereka adalah lebaran tahun 2015/2016. Tapi, komunikasi masih tetap berjalan walaupun jarang bertemu. Masih suka curhat engga jelas, dan suka ngadu kalau ada yang macem-macem hahaha.
Kedekatan aku dan Mr.R ini, kadang dia masih suka baper. Engga tau kenapa ini orang ngeselin amat.
Kalau aku terakhir ketemu Mr.R ini tahun 2016/2017 kayaknya pas janjian makan mie ayam dadakan sampe nyasar dulu padahal tempatnya deket dari rumah *plak*.
Posisinya dia udah punya cewek dari jaman dia SMK dan ngumpet" mau ketemu aku hanya karna ceweknya cemburuan abis -_- . Padahal jauh sebelum sama ceweknya, aku udah kenal dia dari ingusan hahaha.
Tapi yaudahlah ya namanya juga jaga perasaan. Makan mie ayam terus foto-foto.
Oh iya! aku jadi ingat pas main sama mereka ke taman satria dan mandi-mandian di Sungai Pelus! hahaha.
Main kesawah cuman buat ngelihat satu sama lain. Terus aku ngusir secara engga sopan dan engga enak hati banget pas lebaran cuman karna mereka semua ngeselin fixxx, terus aku nangis karna ngerasa bersalah dan baiknya mereka memaafkan adhek kecil ini dan menasehatinya dengan baik. Kisahnya ma keliatannya engga jelas pokoknya hahaha, yang penting masa depannya tetap jelas *eaaaa
Dannnn disitu adalah masa-masa ingusan sampai gede yang tak terlupakan yaaaaaaa.
Pokoknya aku sayang kalian pakai banget <3
So sorry kalau engga seru menurut kalian. Tapi, kalau ikut ngalamin pasti kalian juga engga bisa lupa deh.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH.
-PerempuanPenggemarRindu-
Pulang
Untuk menemuiku, kau hanya perlu berjalan kedepan.
Tentang perjalanan, aku adalah masa depan.
Rumah untuk kamu pulang.
Tempat untuk melepaskan kerinduan.
Kepulangan adalah suatu hal yang dinantikan.
Sejauh apapun kamu pergi, kau pasti rindu akan pulang.
Mengertilah, bahwa kepulangan juga satu hal yang sangat menyebalkan.
Mengapa?
Setelah ada pertemuan, pasti ada perpisahan.
Setelah bertemu, rindu ini bukannya hilang tapi semakin bertambah.
Kesal terhadap pertemuan adalah adanya kepergian yang tak terelakkan.
Menjadikan diri ini manja akan setiap kepulangan.
Menjadikannya pilu saat datang waktu perpisahan.
Awan kembali kelabu sayang.
Mengetahui kau sedang berjuang dimedan perang dan entah kapan kau akan pulang.
Awan kembali sendu sayang.
Bertanya selalu kapan kau akan pulang?
-PerempuanPenggemarRindu-
Tentang perjalanan, aku adalah masa depan.
Rumah untuk kamu pulang.
Tempat untuk melepaskan kerinduan.
Kepulangan adalah suatu hal yang dinantikan.
Sejauh apapun kamu pergi, kau pasti rindu akan pulang.
Mengertilah, bahwa kepulangan juga satu hal yang sangat menyebalkan.
Mengapa?
Setelah ada pertemuan, pasti ada perpisahan.
Setelah bertemu, rindu ini bukannya hilang tapi semakin bertambah.
Kesal terhadap pertemuan adalah adanya kepergian yang tak terelakkan.
Menjadikan diri ini manja akan setiap kepulangan.
Menjadikannya pilu saat datang waktu perpisahan.
Awan kembali kelabu sayang.
Mengetahui kau sedang berjuang dimedan perang dan entah kapan kau akan pulang.
Awan kembali sendu sayang.
Bertanya selalu kapan kau akan pulang?
-PerempuanPenggemarRindu-
Langganan:
Komentar (Atom)