Senin, 18 Februari 2019

Aku Takut

Aku takut,
Jika saat kaki ku melangkah maju
Lalu kaki mu melangkah mundur.

Aku takut,
Jika saat aku mulai menyapamu kembali
Kamu mengacuhkan ku tak peduli.

Aku takut,
Jika saat aku datang dan kamu malah pergi
Aku tak ingin lebih jauh dari ini
Cukup, sejauh awan dan bumi.

Aku takut,
Jika tatapan mata tak berarti apa-apa lagi untukmu
Jika kau tak lagi memandangku.

Oh baiklah, sudah cukup ku katakan jika
Aku lelah berandai-andai
Aku takut, jika kau pergi lagi
Aku takut, aku takut lelah untuk bertahan kembali.

-PerempuanPenggemarRindu-

Selasa, 12 Februari 2019

Salahku

Salahku, yang terlalu perasa atas apa yang telah dilakukan.
Salahku, yang terlalu menaruh harapan lebih dan berakhir kekecewaan.
Salahku, yang menganggap dirimu sebagai pujaan
Namun akhirnya aku hanya sebuah pelarian.

Mungkin memang salahku yang terlalu mudah jatuh pada ucapan manis.
Mungkin memang salahku yang terlalu mendamba hubungan yang harmonis.
Mungkin memang salahku yang terlalu optimis
Dalam memegang teguh perasaan hati untuk dirimu yang egois.

Salahku, yang terlalu perasa.
Salahku, yang terlalu mudah jatuh lebih dalam lagi ke kubangan penuh luka.
Kecewa, yang tiada tara.
Luka, yang kini kembali menganga.

Oh tuan, jika memang tak ada niat memberi harapan,
Jangan datangkan kebahagiaan bila semua itu hanyalah kepalsuan.
Oh tuan, jika memang berniat menusukan luka lebih dalam,
Kau sudah melakukan tikaman itu diam-diam.

-PerempuanPenggemarRindu-

Bisu

Bisu,
Terus saja kau membisu dalam diam mu yang semakin tak ku mengerti.
Terus saja kau membisu hingga lelah menghampiri.
Tak mengerti apa salahku, hingga kau terlalu bisu.
Tak mengerti apa yang sedang kau hindari, hingga tak ada kabar untukku.

Diam,
Terus saja kau diam dalam keheningan
Aku ingin lihat seberapa lama kau tahan?
Seberapa lama kau mampu menguji kesabaran.

Hening,
Dalam kedamaian malam, kau hanya mampu hadirkan kesunyian.
Dalam bayang-bayang yang melambai diatas awan,
Kau hanya mampu tebarkan senyum kepergian.

Oh,
Tenanglah tuan, aku mulai terbiasa dengan menghilangnya dirimu secara perlahan.
Tenanglah tuan, aku juga sudah terbiasa dengan kekecewaan.
Tak perlu khawatir lagi akan diriku kini.
Aku akan baik-baik saja tanpa hadirmu disini.

-PerempuanPenggemarRindu-