Rabu, 02 Maret 2022

Senja bersama luka

Selalu ada luka dikala senja

Menata cerita dan kisah dalam jiwa

Indah senja kala itu sirna seketika

Tatkala kau mengungkapkan segala rasa


Kala itu, kau menjanjikanku bahagia

Namun nyatanya, kau meninggalkan luka dibatas senja

Aku masih disini, bertahan dalam sendiri

Dimakan oleh sepi dan nyaris mati


Jika mesin waktu itu nyata

Aku ingin kembali ke waktu beberapa tahun lalu

Dan berusaha untuk menolak kedatanganmu

Sehingga aku tak akan membukakan pintu


Senja tidak sedang bercanda kala itu

Ia terbenam membawa pilu

Senja yang kemudian luka dan patah hati

Kemudian membunuh dirinya sendiri, agar sulit untuk ditemui.


-PerempuanPenggemarRindu-

Untuk kamu yang patah

Jangan terlalu baik, nanti kecewa
Harus sedikit egois agar bisa bahagia
Menerima takdir adalah awalnya
Ikhlas memeluk kecewa adalah kelanjutannya

Semua orang pernah berada dititik redup
Bahkan sebagian berpikir untuk apa hidup
Namun, semua selalu ada harapan seperti udara yang kau hirup
Bangkit lagi ya! Jangan tertutup

Untuk kamu yang patah,
Tertawa ya! Jangan terlalu hening
Setiap luka, akan sembuh mengering
Kalau memang kedatangannya untuk membuat bahagia
Lalu kenapa tiba-tiba pergi dan meninggalkan luka?

-PerempuanPenggemarRindu-

Aku, Rindu, dan Senja

Hari ini senja kembali menyapa

Dia bercerita tentang romansa diujung rasa

Desah resah kian bait yang tak terbaca

Sepenggal diksi melewati aksara


Aku hanya bisa mengungkapkan beberapa kata

Menggumpal dalam kalimat menyapa

Tentang aku, rindu, dan senja

Setidaknya aku bisa menerbangkan puing-puing asa


Katanya, kau hadir sebagai lentera

Nyatanya, kau malah menambah luka

Kini semua benar-benar sunyi

Senja telah pergi meninggalkan mentari

Namun senja tak pernah ingkar janji, bahwa ia pasti kembali.


-PerempuanPenggemarRindu- 

Pada Angin Senja

 Pada angin senja

Mengunjungi jauh, menyelisik rasa

Ada yang dipendam dalam balik dada

Membaluri jiwa yang menderita


Pada angin senja

Di tiap ruas-ruas waktu memicu

Ingin ku hempas jiwa yang menderita

Cedera karna penuh luka dan lara


Aku bertanya-tanya, "apakah ada orang disana?"

Diujung cakrawala, aku kesepian

Sendiri dijera oleh harapan

Diujung senja yang tiada tujuan

Apakah memang aku yang kau tuju untuk dihancurkan?


-PerempuanPenggemarRindu-

Hai, capek ya?

Engga apa-apa, nangis aja

Bukan berarti kamu cengeng,

Setidaknya bisa tenangin hati

Walau engga ada solusi.


Pasti capek ya?

Capek menutupi semua, padahal lagi engga baik-baik aja

Capek ya?

Disuruh ketawa dan dipaksa keadaan, buat engga ada apa-apa.


Pasti berat banget ya buat bertahan?

Pura-pura kuat padahal rapuh

Terkadang, kita dipaksa buat nerima keadaan

Tanpa dimintai persetujuan.


Muak ya?

Engga apa-apa teriak aja

Kamu udah hebat bisa dititik ini melewati semuanya

Kadang, memang takdir bisa membanting stir

Dan berjalan sebrengsek itu.


Hidup memang suka bercanda

Nangis aja engga apa-apa

Tapi, jangan nyerah ya!

Soalnya, kadang mereka seringkali lupa kalau orang yang tertawa bisa terluka juga.


-PerempuanPenggemarRindu-