Di antara banyak hal yang pernah kutemukan, ada satu hal yang sampai saat ini belum mampu aku pahami, "Tentang seseorang yang memberi pelukan bukan hanya untuk memberi senang, melainkan rasa tenang".
Sejak pertama aku mengenalnya, aku mulai benci membahas tentang perpisahan, juga kehilangan.
Begitu banyak rasa aman dan nyaman yang aku temukan.
Sejak aku mencintainya, semesta selalu saja memberi ruang untuk cinta dengan cara yang misterius.
Sejak aku bersamanya, aku jatuh cinta bukan hanya pada matanya saja, melainkan hatinya.
Terutama saat ia memberikan pelukan dengan tatapan hangat penuh kasih sayang.
Dalam dekapannya aku merasa tentram.
Tapi, semua musnah begitu saja saat ada penggoda datang menghampirinya dan aku memutuskan untuk pergi dari hidupnya.
Aku menyiksa ia hingga ia harus merasakan kehilangan sama sepertiku.
Hingga tiba saatnya, saat waktu mempertemukan ku kembali dengannya.
Aku melihat betapa semrawutnya dia.
Waktu berlalu, aku dan dia kembali merajut apa yang belum terlaksana.
Aku kembali mempercayainya, merajut asa, dan kembali jatuh cinta padanya.
Ia memeluk ku, dan sungguh aku sangat merindukan pelukan itu. Dimana aroma khas tubuh sang empu, mampu membuatku menjadi candu.
Oh Tuhan, dia kembali. Dia tidak pergi lagi.
Aku tahu itu, karena cinta selalu tahu kemana raganya harus kembali.
Cinta selalu tahu, kemana ia harus pulang pada rumah hati yang telah ia singgahi sejauh apapun dia pergi.
-PerempuanPenggemarRindu-