Jumat, 15 Maret 2019

Rindu tak semestinya

Jiwaku lelah, menunggu hadir seseorang tapi tak pernah datang.
Ragaku mulai lemah, menunggu kepastian tapi tak pernah pulang.
Aku lupa, bahwa ia telah pulang ke peluk kan yang lainnya.
Aku lupa, bahwa ia tidak menjadikan ku sebagai rumah untuk kembali singgah.

Ia telah pergi, bersama tambatan hati barunya.
Ia telah menemukan tempat singgah terbarunya saat ia mulai lelah.
Sedangkan aku, masih saja bertahan menata serpihan yang masih berserakkan.
Sedangkan aku, masih saja merindukkan ia yang tak seharusnya aku pikirkan.

Ia sudah berkelana jauh hingga menemukan kembali tempat ia berkeluh kesah.
Ia sudah berlari jauh ke depan, tanpa mau menoleh kebelakang.
Sedangkan aku, untuk membahagiakan diriku saja aku masih susah.
Sedangkan aku, masih saja berjalan ditempat yang sama dan berharap ia pulang.

Oh, sungguh aku merindukannya.
Merindukan dia yang dulu pernah menjadikan aku rumah untuk hatinya.
Oh, sungguh aku sangat egois bukan?
Merindukan seseorang yang tak semestinya aku rindukan.

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar