Jumat, 02 September 2022

Semesta ku yang hilang

Kepada semesta yang tak biasanya hening

Saat ini, semua hal telah berubah menjadi luka yang entah memiliki penawar atau tidak

Apa kabar, semestaku?

Apakah kamu rindu?

Entah ini sudah melewati berapa banyak malam, tanpa adanya kamu di hari-hariku.


Semestaku, aku rindu pelukmu

Pelipur lara dikala hati dirundung kecewa

Saling bercerita saat dunia sedang tidak baik-baik saja

Semesta, kini aku hilang

Aku tidak tenang.


Berat sekali ya rasanya berbicara tentang mengikhlaskan

Bahkan, sampai saat ini pun aku masih membutuhkan waktu untuk itu

Perihnya memang sudah pergi

Tapi sisanya akan tetap menjadi luka.


Kini aku telah sampai pada titik dimana aku sudah tidak percaya pada semesta yang lainnya

Padahal, dulu kamu yang selalu bilang bahwa semua akan baik-baik saja dan berakhir bahagia

Nyatanya, kamu sebagai semesta hilang juga

Meninggalkan duka yang tak ada ujungnya.


Lalu, apa aku harus rela?

Kini semuanya punah

Hari-hari bersamanya kini telah usai

Semestaku telah hilang dan tak pernah kembali pulang


Aku sudah hancur, bahagiaku pun ikut melebur

Semesta milik ku kini telah abadi

Menghilang dari peradaban di bumi

Merelakannya pergi untuk bersama Sang Illahi.


-PerempuanPenggemarRindu-