Kepada semesta yang tak biasanya hening
Saat ini, semua hal telah berubah menjadi luka yang entah memiliki penawar atau tidak
Apa kabar, semestaku?
Apakah kamu rindu?
Entah ini sudah melewati berapa banyak malam, tanpa adanya kamu di hari-hariku.
Semestaku, aku rindu pelukmu
Pelipur lara dikala hati dirundung kecewa
Saling bercerita saat dunia sedang tidak baik-baik saja
Semesta, kini aku hilang
Aku tidak tenang.
Berat sekali ya rasanya berbicara tentang mengikhlaskan
Bahkan, sampai saat ini pun aku masih membutuhkan waktu untuk itu
Perihnya memang sudah pergi
Tapi sisanya akan tetap menjadi luka.
Kini aku telah sampai pada titik dimana aku sudah tidak percaya pada semesta yang lainnya
Padahal, dulu kamu yang selalu bilang bahwa semua akan baik-baik saja dan berakhir bahagia
Nyatanya, kamu sebagai semesta hilang juga
Meninggalkan duka yang tak ada ujungnya.
Lalu, apa aku harus rela?
Kini semuanya punah
Hari-hari bersamanya kini telah usai
Semestaku telah hilang dan tak pernah kembali pulang
Aku sudah hancur, bahagiaku pun ikut melebur
Semesta milik ku kini telah abadi
Menghilang dari peradaban di bumi
Merelakannya pergi untuk bersama Sang Illahi.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar