Rabu, 03 September 2025
Mencari sembuh
Selasa, 02 September 2025
Senja, apakah aku boleh marah?
Aku lelah menahan semuanya sendiri.
Terlalu sering aku menelan air mata sampai asin dan pahitnya mengendap di dada, berubah menjadi darah yang membuatku sesak.
Aku ingin berteriak, tapi suaraku selalu patah sebelum sampai ke bibir.
Seolah dunia tidak pernah mau benar-benar mendengar, seolah semua orang sibuk menutup telinga sambil berkata, sabar, sabar.
Padahal sabar itu sudah lama menahanku dalam kurungan yang gelap.
Tapi, senja—
Aku muak dengan diam yang dipuja!
Aku ingin marah, senja, aku ingin teriak sekeras-kerasnya sampai langit retak, sampai bumi terguncang, sampai semua dusta runtuh dan semua kepura-puraan tak bisa lagi disembunyikan.
Aku bukan batu yang bisa dipukul terus tanpa hancur.
Aku bukan tanah yang bisa diinjak tanpa bekas.
Aku manusia, senja.
Kalau marah adalah dosa, biarlah aku berdosa.
Biarlah aku terbakar oleh amarahku sendiri, asalkan aku bisa merasa bebas—bebas dari penjara yang mereka namakan tabah.
-Perempuan Penggemar Rindu-
Jumat, 14 Maret 2025
Ayah, Aku Ikhlas Tapi Aku Capek
Ayah, aku ikhlas tapi aku capek
Capek pura-pura engga kenapa-napa
Capek mengubur semua mimpi-mimpi
Capek karna terus berlari yang engga tahu kemana arahnya
Capek karna harus terus berdiri sendiri
Menjadi kuat, meski hidup sudah berantakan
Menjalani hari dengan senyum yang ku paksakan
Berpura-pura baik saat jiwa ini sudah tumbang
Kemana aku harus pulang?
Sedangkan setiap hari, aku cuman bisa bertarung dengan apa yang dunia butuhkan
Ayah, aku ikhlas tapi aku capek
Aku capek bertahan sendirian
Sedangkan banyak yang butuh aku untuk terus bertahan
Dan sepertinya memang benar, kalau bukan aku yang beresin, siapa lagi?
Nanti semuanya berantakan lagi
Ayah, aku bisa baik-baik saja disini
Tapi banyak tawa palsu yang sering aku jadikan pelindung untuk menutupi luka
Biar mereka semua tahu, bahwa aku memang sebaik-baik saja itu
Dan biar mereka semua tahu, bahwa sedang tidak terjadi apa-apa
Sepandai itu aku menutupi dengan topeng yang aku miliki
Tapi ayah, jujur aku kadang engga kuat
Apalagi setiap aku engga bisa wujudin keinginan yang ayah mau
Hal-hal apa yang mamah butuh
Sampai apa yang aku butuh pun, harus aku taruh di halaman kesekian
Ayah, ini capeknya harus dikemanakan ya?
Aku takut semakin sakit dalam memendam marah
Aku takut jadi banyak salah
Ayah, ini arahnya kemana ya?
-PerempuanPenggemarRindu-