Minggu, 28 Oktober 2018

Cinta dalam diam

Kala hati mulai terpikat
Bait-bait melodi terdengar merdu
Aku bercakap dengan bisu
Aku tak tahu, inikah sebenarnya rindu?
Degup jantungku semakin menderu, haru.

Sungguh,
Aku hanya wanita biasa, manusiawi jika mengharap cinta
Aku tak bisa berdusta
Ketika ia lah penyebab rasa cinta bersarang di dada

Cinta...
Takkan habis bila ku ungkap dalam kata-kata
Takkan cukup bila ku tulis dengan lautan tinta
Karena didalmnya terdapat banyak cerita
Antara aku, dia dan Sang Pencipta

Sungguh,
Aku hanya wanita biasa,
Yang mengagumi dia karna akhlaknya
Dan aku hanya bisa menjumpainya lewat do’a
Tuhan, izinkanlah aku untuk bersamanya.

-PerempuanPenggemarRindu-

Senja di akhir cerita

Pernah kamu bertemu jingga?
Ia tidak terang, tidak juga gelap
Ia berada diambang terang menuju gelap
Menyisakan kenangan yang mulai mengendap

Sore ini, semilir angin mulai menembus pori-pori jantung di dada
Membawa tiupan dingin dalam dekap jiwa
Kembali teringat sajak-sajak penuh derita
Yang pernah tertulis di ambang batas senja

Senja berakhir dibatas cerita
Menumpahkan cinta yang patah akibat kecewa
Dalam ingatannya dua sejoli sedang bersama
Menyimpan cerita diatas langit nan jingga.

-PerempuanPenggemarRindu-

Rindu tak berbayar

Aku tak lagi membencimu
Hanya saja aku mulai terbiasa dengan sendu
Aku tak lagi membencimu
Karna aku selalu saja kalah oleh rindu

Untung saja, rindu ini tak berbayar
Kalau saja berbayar, apa yang aku miliki tak cukup untuk membayar
Untung saja, rindu dapat ditebus dengan perbincangan didepan layar
Walau memang semua belum tuntas terbayar

Kau tahu bukan, bahwa aku selalu boros akan rindu
Dimana raga menuntut untuk segera bertemu
Rindu...
Mengapa kau terus saja mengetuk pintu?

-PerempuanPenggemarRindu-