Jumat, 18 Mei 2018

Dia

Dia bukanlah dilan yang romantis untuk milea.
Dia juga bukan adit yang romantis untuk tita.
Dia juga bukan romeo yang rela mati untuk juliet.
Dia adalah sosok pria yang sederhana, apa adanya, simple dan aku suka.

Cara dia berbicara yang unik.
Cara dia saat memberi tatapan.
Cara dia tersenyum.
Membuatku luluh dan selalu ingin ada disampingnya.

Saat berdua, bercanda dan tertawa tanpa ada jeda.
Cara dia membuatku tersenyum bahagia sungguh sederhana.
Dengan dia mengagetkan ku saat sedang melamun saja aku sudah bisa tertawa dibuatnya.
Perhatiannya dia yang tidak berlebihan namun berkesan.
Membuat ku merasa nyaman saat berada didekatnya.

Dia adalah sosok orang yang menjadikan hari-hariku lebih berwarna.
Dia adalah sosok orang yang dengan mudahnya membuatku tersenyum bahagia dengan hal yang tak terduga.
Dia yang selalu simple dan kurang romantis.
Tapi, aku cinta dia, apa adanya.


-PerempuanPenggemarRindu-

Selasa, 15 Mei 2018

Menunggu dalam Senja

Kamu pikir menunggu dalam kesendirian itu asyik?
Menunggu dalam sendunya senja disore hari itu menarik?
Tidak sayang, tidak.
Menunggu tak seasyik irama musik yang selalu mengajak teggelam bersama alunannya.

Kamu pikir tetap bertahan berdiri sendiri dan menunggu kabar hingga kepastianmu itu butuh waktu yang sebentar?
Kamu pikir tetap memilih bertahan pada pilihan itu gampang?
Tidak sayang, tidak.
Tidak semudah yang kamu pikirkan.

Bertahan untuk terus berkomitmen dengan hati yang mulai ragu.
Bertahan dalam harapan yang tak kunjung dapat kepastian.
Kamu pikir menunggu itu mudah?
Menunggu itu membuat jenuh.

Biarpun menunggu hal dari orang yang terkasih, tetap tidak enak.
Ini hati sayang, bukan playground.
Disaat yang ditunggu tak kunjung mengerti pun, ada saatnya untuk berjalan mundur.

Menunggu dibawah senja yang mulai tenggelam.
Senja yang selalu berubah warna setiap harinya.
Andai kamu tahu, senja itu menggambarkan warna rinduku terhadapmu.
Jika kau mengerti, lihatlah senja yang selalu menampilkan warna jingganya.
Pahamilah keindahannya dan rasakan penantiannya walau hanya sesaat.
Karena menunggu dalam senja sungguh menyiksa.


-PerempuanPenggemarRindu-

Selasa, 08 Mei 2018

Menunggu Kamu

Disini, ditepian pasir pantai aku sendiri.
Bermain dengan deburan ombak sambil menyatu dengan airnya.
Disini, di batu karang ini aku terduduk sendiri.
Menanti dalam sunyi, sembari menunggu kau kemari.

Sayang, aku tahu prioritasmu bukan hanya aku.
Bukan hanya sekedar pekerja yang selalu dapat pulang dan pergi.
Saat Negara memanggilmu, aku kau tinggalkan.
Tapi, kau akan selalu pulang kepangkuan asalmu.

Lihat aku sayang, yang sudah berjuang menunggumu.
Lihat aku sayang, datang menjemputmu untuk pulang.
Lihat aku sayang, hatiku kau genggam.
Lihat aku sayang, aku takkan pergi menunggu kamu disini.

Mencintaimu sama saja mencintai segalanya yang ada pada dirimu.
Mencintaimu sama saja mengabdikan diriku pada Negara juga.
Aku tak tahu harus sampai kapan menunggu kamu disini.
Selalu menunggu kamu untuk kembali dari medan perang.

Pada siapa ku tahan rindu ini jika bukan untukmu?
Pada siapa rindu ini kan ku beri jika bukan untukmu?
Lihat aku sayang, disini aku menunggumu.
Datang dan menunggu kamu pulang.


-PerempuanPenggemarRindu-

Jumat, 04 Mei 2018

Mantan Terindah

Hai, sebut saja ia mantan.
Jangan kau sebut alumni karena siapa tahu bisa reuni.
Tetap saja namanya mantan.
Walau kadang tak saling berkabar tiap hari.

Hai, mantan? Apa kabar?
Lama tak berjumpa ya?
Untungnya jaman semakin canggih, bisa ketemu walau lewat medsos.
Kamu tak akan pernah menyangka kan bisa ketemu lagi?

Hai, mantan.
Terimakasih karena masih mau berteman.
Tidak selalu hubungan yang berakhir, pertemanan harus berakhir juga kan?
Aku hanya ingin tahu, mengapa kamu tidak bisa membenciku?
Seperti aku dulu yang sangat membencimu karena ulahmu.

Waktu berlalu, aku menjadikan lukaku ini sebagai teman.
Lama-lama aku terbiasa dan tidak sering ingat akan luka dahulu.
Kau tahu? Luka yang gores begitu dalam?
Khilafmu itu menyadarkan ku bahwa sesuatu yang digenggam terlalu erat akan lepas juga.

Mungkin tidak semua salahmu, tapi aku sakit hati mengapa kamu tak bisa setia?
Sudahlah, itu dahulu.
Sekarang, aku hanya bisa menghargai usahamu untuk menjadi lebih baik.
Aku senang masih bisa berteman denganmu.

Mungkin bisa saja disebut mantan terindah?
Hmmm mungkin iya mungkin tidak.
Terimakasih karna kamu telah sempat hadir dan memberi warna walau berakhir pahit.
Terimakasih karna kamu terkadang masih memberi warna pelangi walau setelah itu hilang kembali.
Aku masih temanmu. Tenang saja.

-PerempuanPenggemarRindu- 

Selasa, 01 Mei 2018

Kehilangan

Kehilangan mengajarkanku akan sebuah pertemuan
Kehilangan mengajarkanku akan sebuah penantian
Dimana semua bertemu pada satu titik dan hilang tanpa jejak
Dimana semua merasa saling memiliki namun raga tak berpihak

Kau tahu? Kehilangan membuat kecewa. 
Kenapa? Karna kadang, kita tak dapat memiliki raganya lagi.
Bukan hanya itu, semua terasa begitu hampa
Kenapa? Karna hanya jiwanya yang bisa kita kenang kembali.
Getir rasanya saat hanya kenangan yang dapat diingat lagi
Tangis selalu mengiringi disaat semuanya sedang merindui

Pernahkah kalian merasa kehilangan?
Kehilangan suasana yang dirindukan?
Kebersamaan bersama keluarga misalnya
Atau bersama orang terkasih misalnya

Bila kita merasa tiada arti untuk orang-orang sekitar
Menghilanglah dari bumi, maka mereka akan mencari
Tapi, jangan kau lakukan itu.
Orang-orang terkasihmu tak akan rela untuk tidak melihatmu

Kau tahu? Hargailah waktu dan hidupmu
Kita tidak akan tahu seberapa lama lagi akan ada disini
Tidak akan pernah tahu siapa yang akan datang dan pergi lagi
Tidak perlu terlalu erat dalam menggenggam sesuatu

Cukup lakukan saja hal yang sangat berarti
Berdamai misalnya
Ya, damai dengan kehidupan
Jadilah mata air yang jernih untuk bisa menenangkan air yang keruh

Tak peduli seberapa sakit duri yang menusuk kalbu
Tak peduli seberapa dalam kamu menahan tusukan duri itu
Tetaplah jadi bunga yang semerbak mewangi diantara bunga-bunga yang layu
Tetaplah menjadi matahari yang bersinar terang untuk sekitarmu walau terkadang kamu harus menahan sendu.

-PerempuanPenggemarRindu-