Rabu, 26 September 2018

Ibu

Ibu

Telah berjuta kata coba ku rangkai
Ketika hati ingin menggambarkan
Lautan tinta telah ku habiskan
Namun tak kunjung dapat ku selesaikan

Wahai Ibu,
Pelukanmu sangat aku rindu
Lembutnya belaianmu
Tulusnya kasih sayangmu
Sangat membuatku candu

Ibu,
Tak ada yang bisa menandingimu
Mutiara di lautan pun,
Tidak sama indahnya dengan seulas senyuman di bibirmu
Terangnya rembulan malam pun,
Masih kalah oleh sorot cahaya mata teduhmu

Ibu,
Surgaku ada ditelapak kakimu
Kasih sayangmu yang tak pernah putus
Cintamu yang begitu tulus
Ku do'akan bahagiamu tak akan pernah pupus
Bu, Aku menyayangimu.

-PerempuanPenggemarRindu-

Sahabat

Sahabat itu seperti bintang,
Walau jauh tapi tetap bercahaya.
Meskipun kadang menghilang,
Dia tetap ada.
Tak mungkin dimiliki,
Tapi tak bisa dilupakan.

Sahabat,
Kau bagaikan tetesan embun pagi yang selalu menyejukan hati.
Memecah kesunyian pagi dengan sambutan riang yang berapi-api.
Kau bagaikan kumpulan mata air dari telaga suci.
Yang jernih mengalir tiada henti.

Sahabat itu seperti tangan dengan mata,
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan menghapusnya.
Tak selalu berdekatan, tapi saling melengkapi.
Tak selalu bertatap muka, tapi selalu ada didalam hati.

-PerempuanPenggemarRindu-

Sabtu, 01 September 2018

Bandungku Istimewa

Bandung,
Ia selalu punya tempat tersendiri di memori
Selalu ada celah untuk singgah dihati
Cimahi,
Tempat dimana aku dilahirkan
Brigif,
Tempat dimana aku tinggal dan mengukir semua kenangan.

Bandung,
Ia selalu saja menyuguhkan suasana yang mudah untuk dirindukan,
Tapi tak mudah untuk dilupakan.
Atmosfer yang terdapat disana begitu kuat.

Brigif,
Tempat dimana segalanya aku memulai kehidupan.
Masa kecil yang tidak mudah dilupakan.
Mendapatkan sahabat kecil yang sampai sekarang masih saja kurindukan.

Setiap pulang sekolah pasti main kesawah
Entah memetik timun atau kacang panjang mentah
Bermain kesaung emak
Hanya untuk makan nasi liwet yang enak.

Soreku semakin berwarna,
Saat senja mulai hadir, aku duduk diteras masjid menikmati indahnya warna senja
Sambil bersenandung betapa indah ciptaan-Nya
Sungguh nikmat tiada tara.

Malamku sepi,
Karna Pahlawanku tak kunjung pulang menghampiri.
Pahlawanku bertugas bela Negara selama dua tahun lamanya
Pahlawanku berjuang hidup di alas sana.

Bandungku istimewa.
Dimana aku mendapat kotak musik yang sangat indah bunyinya.
Dimana aku menjemput Pahlawanku pulang kembali ke asrama.
Dua tahun lamanya, penantian itu tiba.

Masa kecilku bahagia,
Dimana siang hari aku bangun dari tidur dan dikejutkan dengan sepeda.
Ayahku tercinta, mamahku tersayang.
Terimakasih karna telah menempatkanku dikota kembang.
Sampai kapanpun akan selalu terkenang.


-PerempuanPenggemarRindu-