Rabu, 26 September 2018

Sahabat

Sahabat itu seperti bintang,
Walau jauh tapi tetap bercahaya.
Meskipun kadang menghilang,
Dia tetap ada.
Tak mungkin dimiliki,
Tapi tak bisa dilupakan.

Sahabat,
Kau bagaikan tetesan embun pagi yang selalu menyejukan hati.
Memecah kesunyian pagi dengan sambutan riang yang berapi-api.
Kau bagaikan kumpulan mata air dari telaga suci.
Yang jernih mengalir tiada henti.

Sahabat itu seperti tangan dengan mata,
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan menghapusnya.
Tak selalu berdekatan, tapi saling melengkapi.
Tak selalu bertatap muka, tapi selalu ada didalam hati.

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar