Senin, 17 Desember 2018
Tentang Jodoh
Kita juga hanya sepasang insan yang saling memadukan kasih sayang.
Tentang jodoh, itu memang sudah takdir Tuhan yang menentukan.
Tapi sebuah harapan dan usaha, selalu ada jalan untuk menemukan titik terang.
Sebuah hubungan yang dijalin erat dengan ikatan cinta
Kadang-kadang membuat semua hal tidak difikir secara logika.
Tentang sebuah perasaan, dimana hati keduanya saling bergejolak
Saling berpagut rindu yang tak bisa di elak.
Tentang perjalanan cinta,
Semakin tinggi cintanya, semakin kencang ujiannya.
Semakin tinggi harapannya, semakin besar pula peluang untuk kecewa.
Ikuti saja alurnya kemana ia akan membawa sampai akhir cerita.
Tentang takdir,
Jika aku tahu bahwa nanti takdir ku adalah kamu,
Aku akan terus belajar mencintai takdirku,
Agar aku tak terus khawatir untuk terus menunggu sampai akhirnya nanti bertemu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sabtu, 08 Desember 2018
Kita adalah memori yang lalu
dengan cerita yang teramat sendu.
Meningalkan hati yang hampa,
karna terlalu sering terluka.
Kita adalah bagian dari memori masa lalu
Dimana raga saling bertemu kembali
Namun hati tak bisa untuk bersatu
Hanya mampu untuk menjalani semua sendiri
Kita adalah kata yang sempat hangat diucap,
Juga menjadi momen yang meninggalkan kesan
Namun sekarang kisah kita hanya mampu kita rekap
Tanpa bisa kita ulang dengan beriringan
Kita meninggalkan luka,
Meninggalkan memori yang hanya dapat diingat, tanpa bisa diulang.
Kita hanya bagian dari memori lama,
Yang menjadikan kenangan adalah sebuah jurang.
Kita adalah bagian dari kerinduan,
Yang hanya bisa memandang dari kejauhan.
Kita adalah memori yang lalu,
Yang sekarang hanya bisa melaju dengan beriringnya waktu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Senin, 03 Desember 2018
Aku Memilih Pergi
Maafkan aku, yang tak lagi bisa mengiringi hari-hari mu lagi.
Bukan aku tak mencintaimu lagi.
Hanya saja, hatiku tak sanggup lagi menahan pedih di hati.
Sayatan demi sayatan luka yang semakin tergores,
tak mampu lagi aku poles.
Harapan-harapan indah yang kita rangkai,
tak mampu lagi aku bingkai.
Maafkan aku, karna memilih untuk pergi
Bukan aku tak ingin bersanding denganmu lagi
Bukan juga karna aku tak sayang lagi
Tapi memang komitmen yang kau buat tak bisa kita jalin kembali.
Ketika hati dan logika sudah tidak saling terpaut lagi
Ketika dua insan yang satu bertahan dan yang satu memilih pergi
Itu sudah bukan bagian dari sebuah hubungan
Tetapi bagian dari kepergian.
Boleh jadi sekarang kau acuh dengan semua tentangnya.
Suatu saat, siapa yang sangka bahwa kau akan merindunya?
Boleh jadi sekarang kau tidak menganggapnya ada.
Suatu saat, siapa yang sangka bahwa kau ingin kembali bersamanya?
Oh Kasih,
Mungkin ini sudah garis takdir Tuhan
Dimana kita hanya bisa merencanakan
Tanpa kita ketahui bahwa ini semua mengecewakan.
Maafkan aku, untuk memilih pergi
Semoga kau sadar akan semua ini
Terimakasih atas semua komitmen yang telah dijalani
Walau semua berakhir sampai disini.
-PerempuanPenggemarRindu-
Minggu, 28 Oktober 2018
Cinta dalam diam
Kala hati mulai terpikat
Bait-bait melodi terdengar merdu
Aku bercakap dengan bisu
Aku tak tahu, inikah sebenarnya rindu?
Degup jantungku semakin menderu, haru.
Sungguh,
Aku hanya wanita biasa, manusiawi jika mengharap cinta
Aku tak bisa berdusta
Ketika ia lah penyebab rasa cinta bersarang di dada
Cinta...
Takkan habis bila ku ungkap dalam kata-kata
Takkan cukup bila ku tulis dengan lautan tinta
Karena didalmnya terdapat banyak cerita
Antara aku, dia dan Sang Pencipta
Sungguh,
Aku hanya wanita biasa,
Yang mengagumi dia karna akhlaknya
Dan aku hanya bisa menjumpainya lewat do’a
Tuhan, izinkanlah aku untuk bersamanya.
-PerempuanPenggemarRindu-
Senja di akhir cerita
Pernah kamu bertemu jingga?
Ia tidak terang, tidak juga gelap
Ia berada diambang terang menuju gelap
Menyisakan kenangan yang mulai mengendap
Sore ini, semilir angin mulai menembus pori-pori jantung di dada
Membawa tiupan dingin dalam dekap jiwa
Kembali teringat sajak-sajak penuh derita
Yang pernah tertulis di ambang batas senja
Senja berakhir dibatas cerita
Menumpahkan cinta yang patah akibat kecewa
Dalam ingatannya dua sejoli sedang bersama
Menyimpan cerita diatas langit nan jingga.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rindu tak berbayar
Aku tak lagi membencimu
Hanya saja aku mulai terbiasa dengan sendu
Aku tak lagi membencimu
Karna aku selalu saja kalah oleh rindu
Untung saja, rindu ini tak berbayar
Kalau saja berbayar, apa yang aku miliki tak cukup untuk membayar
Untung saja, rindu dapat ditebus dengan perbincangan didepan layar
Walau memang semua belum tuntas terbayar
Kau tahu bukan, bahwa aku selalu boros akan rindu
Dimana raga menuntut untuk segera bertemu
Rindu...
Mengapa kau terus saja mengetuk pintu?
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 26 September 2018
Ibu
Ibu
Telah berjuta kata coba ku rangkai
Ketika hati ingin menggambarkan
Lautan tinta telah ku habiskan
Namun tak kunjung dapat ku selesaikan
Wahai Ibu,
Pelukanmu sangat aku rindu
Lembutnya belaianmu
Tulusnya kasih sayangmu
Sangat membuatku candu
Ibu,
Tak ada yang bisa menandingimu
Mutiara di lautan pun,
Tidak sama indahnya dengan seulas senyuman di bibirmu
Terangnya rembulan malam pun,
Masih kalah oleh sorot cahaya mata teduhmu
Ibu,
Surgaku ada ditelapak kakimu
Kasih sayangmu yang tak pernah putus
Cintamu yang begitu tulus
Ku do'akan bahagiamu tak akan pernah pupus
Bu, Aku menyayangimu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sahabat
Walau jauh tapi tetap bercahaya.
Meskipun kadang menghilang,
Dia tetap ada.
Tak mungkin dimiliki,
Tapi tak bisa dilupakan.
Sahabat,
Kau bagaikan tetesan embun pagi yang selalu menyejukan hati.
Memecah kesunyian pagi dengan sambutan riang yang berapi-api.
Kau bagaikan kumpulan mata air dari telaga suci.
Yang jernih mengalir tiada henti.
Sahabat itu seperti tangan dengan mata,
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan menghapusnya.
Tak selalu berdekatan, tapi saling melengkapi.
Tak selalu bertatap muka, tapi selalu ada didalam hati.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sabtu, 01 September 2018
Bandungku Istimewa
Ia selalu punya tempat tersendiri di memori
Selalu ada celah untuk singgah dihati
Cimahi,
Tempat dimana aku dilahirkan
Brigif,
Tempat dimana aku tinggal dan mengukir semua kenangan.
Bandung,
Ia selalu saja menyuguhkan suasana yang mudah untuk dirindukan,
Tapi tak mudah untuk dilupakan.
Atmosfer yang terdapat disana begitu kuat.
Brigif,
Tempat dimana segalanya aku memulai kehidupan.
Masa kecil yang tidak mudah dilupakan.
Mendapatkan sahabat kecil yang sampai sekarang masih saja kurindukan.
Setiap pulang sekolah pasti main kesawah
Entah memetik timun atau kacang panjang mentah
Bermain kesaung emak
Hanya untuk makan nasi liwet yang enak.
Soreku semakin berwarna,
Saat senja mulai hadir, aku duduk diteras masjid menikmati indahnya warna senja
Sambil bersenandung betapa indah ciptaan-Nya
Sungguh nikmat tiada tara.
Malamku sepi,
Karna Pahlawanku tak kunjung pulang menghampiri.
Pahlawanku bertugas bela Negara selama dua tahun lamanya
Pahlawanku berjuang hidup di alas sana.
Bandungku istimewa.
Dimana aku mendapat kotak musik yang sangat indah bunyinya.
Dimana aku menjemput Pahlawanku pulang kembali ke asrama.
Dua tahun lamanya, penantian itu tiba.
Masa kecilku bahagia,
Dimana siang hari aku bangun dari tidur dan dikejutkan dengan sepeda.
Ayahku tercinta, mamahku tersayang.
Terimakasih karna telah menempatkanku dikota kembang.
Sampai kapanpun akan selalu terkenang.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sabtu, 18 Agustus 2018
Mencintai atau Dicintai?
Mencintai atau Dicintai?
Bagiku, semua sama saja.
Hanya perbedaanya, mencintai itu kamu bisa memberikan seutuhnya hatimu dengan tulus pada orang yang kamu cintai, walaupun nanti ujungnya kau tak dapat sepenuh hati dari orang yang kau kasihi.
Sering merasa bahwa hanya kau yang berjuang sepenuhnya, sedangkan ia hanya sekedarnya.
Kau memberikan dia seutuhnya, sedangkan dia hanya seperlunya.
Dicintai, nikmat manalagi yang ingin kau dustai ketika diri merasa sangat dicintai?
Tapi, tidak ada bedanya dengan mencintai.
Dicintai merasa bahwa kita diberikan segalanya, padahal kita hanya seperlunya. Merasa bahwa kita sangat dimanja dan disayangi seutuhnya dengan tulus.
Tapi, sadarkah kau? Yang berjuang hanya tetap satu bukan?
Bedanya, mencintai memberikan pengorbanannya dengan tulus, rela tersakiti ketika orang yang dicintai hanya memiliki rasa yang tidak utuh.
Dicintai juga seperti itu. Merasa seperti dijadikan raja, tapi tidak mau tahu bagaimana seutuhnya perasaan orang yang mencintainya.
Jika kau diberi pilihan untuk mencintai atau dicintai, pasti lebih memilih dicintai bukan? Karena dengan seiring berjalannya waktu, benih cinta juga akan mengalir mengikuti alur.
Akan tetapi, bukankah lebih indah jika saling mencintai? Saling membangun cinta dan perasaan?
Saling mengerti bagaimana keadaan?
Halah! Omong kosong!
Semua tetap saja berada pada titik siapa yang memiliki perasaan lebih dulu.
Rumit bukan?
Sederhananya adalah, jika kau merasa bahwa semua akan baik-baik saja saat bersamanya, maka kau memang mencintai seutuhnya.
Tak perduli nantinya akan tersakiti atau tidak.
Tak perduli nantinya akan kecewa atau tidak.
Intinya, selama itu bersama dia, kau merasa semua baik-baik saja.
-Perempuan Penggemar Rindu-
Rabu, 08 Agustus 2018
Kau Tahu Bukan?
Sudah profesional dalam urusan tunggu menunggu.
Jadi, aku telah terbiasa mengenai hal menunggu dalam sendu.
Kau tak usah khawatir, aku disini tetap pada pendirianku, yaitu menunggu kepastianmu.
Kau tahu bukan, bahwa aku tak mudah menolak rindu?
Ia selalu saja berhasil mengetuk pintu.
Menyiksaku untuk terus merindumu hingga tak jemu-jemu.
Hanya saja, kau tak perduli akan hal itu.
Kau tahu bukan, aku selalu saja kalah oleh kerinduan.
Disudut teras menunggu kamu wahai pujaan.
Kau tahu bukan, aku selalu saja boros mengenai kerinduan.
Karena ia selalu saja hadir tanpa haluan.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 01 Agustus 2018
Jarak dan Waktu
Jarak.
Jarak bukan penghalang untuk siapapun agar tak dapat bertemu.
Jarak hanya sebuah jeda tapi bukan pemisah.
Jarak hanya sebuah ruang dan waktu.
Sejauh apapun jarak yang memisahkan,
Jika sudah saatnya pulang, pasti akan kembali pada pelukan dua insan.
Kau hanya perlu rasa sabar yang lebih ekstra,
Kepercayaan yang amat sangat lebih, menjaga komunikasi dengan sangat baik, mengurangi rasa curiga dan egois yang berlebih.
Kau tahu sayang, sejauh apapun jarak, itu tidak masalah.
Karena aku yakin, semua akan bertemu pada waktunya.
Kembali pada saatnya.
Jarak dan waktu akan menentukan semuanya.
Titik temu dimana kita saling berjumpa kembali.
Jarak, kadang memang membuat hati terasa berat.
Gundah gulana selalu saja datang menghantui.
Rindu berat sudah pasti sangat menyiksa hati.
Rasa khawatir selalu saja bersemayam dipikiran ini.
Namun, percayalah bahwa jarak dan waktu pasti akan bertemu.
Selamat berjuang, untuk para pejuang LDR!
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 11 Juli 2018
Untuk Calon Mertua
Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukan dari keluarga yang berstatus sosial tinggi.
Bukan juga dari keluarga yang paham akan ilmu agama yang kuat.
Aku hanya wanita biasa yang terlahir dari keluarga sederhana.
Dan sedang belajar untuk menjadi wanita shalihah.
Ibu ..
Aku tak mengerti bagaimana cinta ini hadir begitu kuat untuk putramu.
Aku tak tahu bagaimana cara Allah menyatukan dan mempertemukan kami.
Aku berulang kali ragu, berulang kali memilih mundur.
Tetapi, ia selalu saja hadir dan teguh meyakinkan.
Aku tak tahu bagaimana dan kapan pertama kali kami bertegur sapa.
Ibu, inikah yang namanya takdir? Takdir dimana aku bertemu dengan putramu?.
Ibu, izinkan aku menjadi pelengkap agama putramu.
Izinkan aku menjadi istri yang shalihah untuknya.
Izinkan aku menjadi menantu dan anak yang baik untukmu dan keluargaku.
Ibu, ketahuilah .. Aku mencintai putramu tanpa ada apanya.
Sebab, saat aku bersamanya, aku merasa surga berada didekatku dan aku dapat melihat Tuhan ada dalam dirinya.
Ibu, izinkan aku menjadi bagian keluarga dihidupmu.
Ibu, izinkan aku mencintai dirimu juga layaknya putramu mencintaimu.
Dan, cintailah aku juga sebagaimana kau mencintai putramu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Kamis, 05 Juli 2018
Tidak perlu pintar
Nak, kau tidak perlu pintar untuk menunjukkan bahwa kamu bisa.
Kau tidak perlu pintar untuk bisa menggebrak dunia.
Nak, kau hanya perlu kreatif dan peluang.
Kau hanya perlu sebuah usaha dan keyakinan.
Nak, jangan berkecil hati karna dibilang tidak pintar.
Tidak pintar bukan berarti kamu itu bodoh.
Kamu cerdas nak, hanya saja kau masih bingung bagaimana caranya.
Kamu tetap memiliki kelebihan nak.
Nak, jangan kau minder karna banyak yang mengucilkanmu.
Kau spesial nak, berbeda.
Mempunyai cara sendiri untuk menunjukan pada dunia bahwa kamu bisa.
Boleh jadi sekarang kamu dibully, 5 tahun yang akan datang, bisa jadi kamu yang mempekerjakan mereka.
Nak, tidak perlu pintar untuk menjadi orang.
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kamu cerdas, tunjukan pada semua bahwa kamu tak seperti yang mereka kira.
Nak, kau hanya perlu kreatif, peluang dan usaha.
Jangan mudah menyerah.
Kuatkan hati dan mentalmu agar tidak mudah terjatuh dan menyerah.
-PerempuanPenggemarRindu-
Kamis, 21 Juni 2018
Cinta Tak Punya Otak
Cinta
Apa itu cinta?
Ketika semua insan dapat merasakannya.
Ketika semua insan haus untuk mendapatkannya.
Cinta
Apalah arti cinta?
Mengapa semua insan memburunya?
Seakan kita adalah makhluk yang haus akan cinta.
Cinta tak punya otak.
Ia tak segan menawarkan segala rasa yang bergejolak.
Menawarkan segala rupa manis dan pahitnya rasa hingga terkoyak.
Cinta tak punya otak.
Ketika semua insan menjadi gila karnanya.
Rela dibutakan oleh segalanya tanpa berpikir resikonya.
Ya, memang kadang cinta sekejam itu.
Cinta tak punya otak.
Ia hanya memiliki apa yang ia mau.
Hanya merasakan apa yang sedang bergejolak.
Ya, memang kadang cinta seperti itu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Selasa, 05 Juni 2018
Bahagiaku Sederhana
Aku adalah orang yang bahagia karenamu.
Dengan sederhana kau mengukir senyum dan tawaku.
Berdegup jantungku.
Bahagiaku sederhana.
Sesederhana saat kita pertama kali berjumpa.
Entah aku yang perasa,
Atau memang ini cinta?
Kau tahu tuan?
Bahwa leluconmu itu bisa membuatku menjadi tidak waras seketika?
Kau tahu tuan?
Bahwa dirimulah penyebab hidupku jadi berwarna.
Bahagiaku sederhana,
Sesederhana saat kita bersama.
Tak perlu kau tanya mengapa,
Karna kau adalah penyebab kenapa aku bahagia.
-PerempuanPenggemarRindu-
Akulah Malaikat Hatimu
Aku selalu ada bersamamu,
Disetiap do'a dan hembusan nafasmu.
Disetiap kau membuka dan memejamkan matamu.
Aku tidak benar-benar hilang,
Hanya saja aku menikmati penantian,
Dalam balutan kesibukan.
Hingga aku percaya bahwa takdir akan mempertemukan.
Namun, kadang hati yang kemudian menjauhkan.
Hanya saja, cinta selalu mampu merekatkannya kembali.
Karna aku tahu,
Akulah malaikat hatimu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Aku Butuh Waktu Lebih Lama
Untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam ditempat yang sama.
Aku butuh waktu lebih lama,
Untuk memahami kebahagiaanku yang sederhana.
Aku butuh waktu yang lebih lama,
Sebelum akhirnya kamu menyadarkanku tentang sebuah rasa.
Aku butuh waktu lebih lama,
Yakini kalau impian aku jadi nyata.
Terimakasih telah memberikan sunset terindah dalam hidupku.
-PerempuanPenggemarRindu-
Bayangmu
Entah mengapa bayangmu selalu datang menyapaku.
Padahal aku tahu, saat bayangmu hadir sama saja akan membuka kembali luka itu.
Namun, tak bisa aku pungkiri.
Jiwa ku tak rela melepas segala mimpi.
Benak ku bergemuruh.
Mencari asa untuk kembali.
Dan, hatiku ingin melukismu lagi.
Entah sudah berapa banyak luka yang kau beri.
Aku tetap saja menyukai bayangmu hadir kembali.
Semoga saja, masih ada hati saling bicara,
Untuk mengurai tali pertikaian yang pernah ada.
-PerempuanPenggemarRindu-
Denting
Mataku kini nanar menatap semuanya.
Betapa aku menahan tangis yang telah terbendung.
Denting waktu, semua kini telah berlalu.
Telah ku lewati apa yang terjadi.
Denting mungkin tak terdengar.
Tak banyak juga yang memperhatikan.
Seakan ia tersisihkan.
Kau tahu? Walau denting telah berlalu sangat jauh.
Aku tetap menunggu disini.
Hingga denting itu berputar lagi.
Di tempat yang sama, walau berbeda cerita lagi.
-PerempuanPenggemarRindu-
Jumat, 01 Juni 2018
Jangan dikejar
Jangan dikejar, nanti kamu kelelahan.
Jangan ditarik, nanti kamu kesakitan.
Biarkan ia berlari kemanapun ia mau.
Biarkan ia pergi kemanapun ia tuju.
Percayalah, sejauh apapun ia berlari
Ia pasti akan lelah dan menengok kembali
Sayangnya, aku tak akan sama lagi
Aku telah jauh berdiri sendiri tanpa hadirmu lagi
Aku tak akan menarikmu untuk kembali.
Biar saja ku ulurkan kemanapun kamu pergi.
Karna aku yakin, kemanapun kamu akan menghilang.
Kalau memang kamu adalah milik ku, kamu akan datang kembali pulang.
Pergi berkelanalah sejauh mungkin.
Larilah sekencang mungkin.
Saat kau sudah lelah dan merasa ingin pulang,
Aku berdiri dibelakang sebagai rumah untuk kamu pulang.
-PerempuanPenggemarRindu-
Jumat, 18 Mei 2018
Dia
Dia juga bukan adit yang romantis untuk tita.
Dia juga bukan romeo yang rela mati untuk juliet.
Dia adalah sosok pria yang sederhana, apa adanya, simple dan aku suka.
Cara dia berbicara yang unik.
Cara dia saat memberi tatapan.
Cara dia tersenyum.
Membuatku luluh dan selalu ingin ada disampingnya.
Saat berdua, bercanda dan tertawa tanpa ada jeda.
Cara dia membuatku tersenyum bahagia sungguh sederhana.
Dengan dia mengagetkan ku saat sedang melamun saja aku sudah bisa tertawa dibuatnya.
Perhatiannya dia yang tidak berlebihan namun berkesan.
Membuat ku merasa nyaman saat berada didekatnya.
Dia adalah sosok orang yang menjadikan hari-hariku lebih berwarna.
Dia adalah sosok orang yang dengan mudahnya membuatku tersenyum bahagia dengan hal yang tak terduga.
Dia yang selalu simple dan kurang romantis.
Tapi, aku cinta dia, apa adanya.
-PerempuanPenggemarRindu-
Selasa, 15 Mei 2018
Menunggu dalam Senja
Menunggu dalam sendunya senja disore hari itu menarik?
Tidak sayang, tidak.
Menunggu tak seasyik irama musik yang selalu mengajak teggelam bersama alunannya.
Kamu pikir tetap bertahan berdiri sendiri dan menunggu kabar hingga kepastianmu itu butuh waktu yang sebentar?
Kamu pikir tetap memilih bertahan pada pilihan itu gampang?
Tidak sayang, tidak.
Tidak semudah yang kamu pikirkan.
Bertahan untuk terus berkomitmen dengan hati yang mulai ragu.
Bertahan dalam harapan yang tak kunjung dapat kepastian.
Kamu pikir menunggu itu mudah?
Menunggu itu membuat jenuh.
Biarpun menunggu hal dari orang yang terkasih, tetap tidak enak.
Ini hati sayang, bukan playground.
Disaat yang ditunggu tak kunjung mengerti pun, ada saatnya untuk berjalan mundur.
Menunggu dibawah senja yang mulai tenggelam.
Senja yang selalu berubah warna setiap harinya.
Andai kamu tahu, senja itu menggambarkan warna rinduku terhadapmu.
Jika kau mengerti, lihatlah senja yang selalu menampilkan warna jingganya.
Pahamilah keindahannya dan rasakan penantiannya walau hanya sesaat.
Karena menunggu dalam senja sungguh menyiksa.
-PerempuanPenggemarRindu-
Selasa, 08 Mei 2018
Menunggu Kamu
Bermain dengan deburan ombak sambil menyatu dengan airnya.
Disini, di batu karang ini aku terduduk sendiri.
Menanti dalam sunyi, sembari menunggu kau kemari.
Sayang, aku tahu prioritasmu bukan hanya aku.
Bukan hanya sekedar pekerja yang selalu dapat pulang dan pergi.
Saat Negara memanggilmu, aku kau tinggalkan.
Tapi, kau akan selalu pulang kepangkuan asalmu.
Lihat aku sayang, yang sudah berjuang menunggumu.
Lihat aku sayang, datang menjemputmu untuk pulang.
Lihat aku sayang, hatiku kau genggam.
Lihat aku sayang, aku takkan pergi menunggu kamu disini.
Mencintaimu sama saja mencintai segalanya yang ada pada dirimu.
Mencintaimu sama saja mengabdikan diriku pada Negara juga.
Aku tak tahu harus sampai kapan menunggu kamu disini.
Selalu menunggu kamu untuk kembali dari medan perang.
Pada siapa ku tahan rindu ini jika bukan untukmu?
Pada siapa rindu ini kan ku beri jika bukan untukmu?
Lihat aku sayang, disini aku menunggumu.
Datang dan menunggu kamu pulang.
-PerempuanPenggemarRindu-
Jumat, 04 Mei 2018
Mantan Terindah
Jangan kau sebut alumni karena siapa tahu bisa reuni.
Tetap saja namanya mantan.
Walau kadang tak saling berkabar tiap hari.
Hai, mantan? Apa kabar?
Lama tak berjumpa ya?
Untungnya jaman semakin canggih, bisa ketemu walau lewat medsos.
Kamu tak akan pernah menyangka kan bisa ketemu lagi?
Hai, mantan.
Terimakasih karena masih mau berteman.
Tidak selalu hubungan yang berakhir, pertemanan harus berakhir juga kan?
Aku hanya ingin tahu, mengapa kamu tidak bisa membenciku?
Seperti aku dulu yang sangat membencimu karena ulahmu.
Waktu berlalu, aku menjadikan lukaku ini sebagai teman.
Lama-lama aku terbiasa dan tidak sering ingat akan luka dahulu.
Kau tahu? Luka yang gores begitu dalam?
Khilafmu itu menyadarkan ku bahwa sesuatu yang digenggam terlalu erat akan lepas juga.
Mungkin tidak semua salahmu, tapi aku sakit hati mengapa kamu tak bisa setia?
Sudahlah, itu dahulu.
Sekarang, aku hanya bisa menghargai usahamu untuk menjadi lebih baik.
Aku senang masih bisa berteman denganmu.
Mungkin bisa saja disebut mantan terindah?
Hmmm mungkin iya mungkin tidak.
Terimakasih karna kamu telah sempat hadir dan memberi warna walau berakhir pahit.
Terimakasih karna kamu terkadang masih memberi warna pelangi walau setelah itu hilang kembali.
Aku masih temanmu. Tenang saja.
-PerempuanPenggemarRindu-
Selasa, 01 Mei 2018
Kehilangan
Kehilangan mengajarkanku akan sebuah penantian
Dimana semua bertemu pada satu titik dan hilang tanpa jejak
Dimana semua merasa saling memiliki namun raga tak berpihak
Kau tahu? Kehilangan membuat kecewa.
Kenapa? Karna kadang, kita tak dapat memiliki raganya lagi.
Bukan hanya itu, semua terasa begitu hampa
Kenapa? Karna hanya jiwanya yang bisa kita kenang kembali.
Getir rasanya saat hanya kenangan yang dapat diingat lagi
Tangis selalu mengiringi disaat semuanya sedang merindui
Pernahkah kalian merasa kehilangan?
Kehilangan suasana yang dirindukan?
Kebersamaan bersama keluarga misalnya
Atau bersama orang terkasih misalnya
Bila kita merasa tiada arti untuk orang-orang sekitar
Menghilanglah dari bumi, maka mereka akan mencari
Tapi, jangan kau lakukan itu.
Orang-orang terkasihmu tak akan rela untuk tidak melihatmu
Kau tahu? Hargailah waktu dan hidupmu
Kita tidak akan tahu seberapa lama lagi akan ada disini
Tidak akan pernah tahu siapa yang akan datang dan pergi lagi
Tidak perlu terlalu erat dalam menggenggam sesuatu
Cukup lakukan saja hal yang sangat berarti
Berdamai misalnya
Ya, damai dengan kehidupan
Jadilah mata air yang jernih untuk bisa menenangkan air yang keruh
Tak peduli seberapa sakit duri yang menusuk kalbu
Tak peduli seberapa dalam kamu menahan tusukan duri itu
Tetaplah jadi bunga yang semerbak mewangi diantara bunga-bunga yang layu
Tetaplah menjadi matahari yang bersinar terang untuk sekitarmu walau terkadang kamu harus menahan sendu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Senin, 30 April 2018
Aku Cemburu
Aku cemburu, pada mereka yang selalu bisa menikmati canda tawa dan senyumanmu.
Egoiskah aku, bila aku cemburu?
Posesifkah aku, pada dirimu?
Aku cemburu,
Disaat mereka dapat bersamamu melewati hari-hari setiap waktu
Sedangkan aku hanya menikmati wujud semu tanpa bertemu
Aku bisa bersamamu tak setiap waktu, tak selalu bisa menikmati senyumanmu dan tawa renyahmu
Aku cemburu,
Pada mereka yang berjumpa dengan ragamu setiap waktu
Sedangkan aku? Hanya menunggu panggilan datang darimu
Perbedaan waktu, signal, kondisi yang membuat kita renggang dalam berkomunikasi
Dan aku benci akan hal ini.
Kau tahu sayang?
Aku cemburu.
Cemburu pada setiap insan yang dapat bertatap muka tanpa harus menunggu.
Pada mereka yang selalu bisa berjalan berdua kapanpun mereka mau
Kita? Hanya bisa menunggu waktu dan itupun hanya dalam waktu tertentu.
Sayang, egoiskah aku jika memintamu untuk tidak pergi?
Egoiskah aku, jika aku memintamu untuk tetap disini?
Tapi, tidak mungkin. Selalu ada negara diantara aku dan kamu.
Kita diberi pilihan yang teramat pelik.
Sayang, kau harus tahu.
Biarpun aku cemburu, aku tetap bisa mendekapmu dalam do'aku di setiap sujudku.
-PerempuanPenggemarRindu-
Teman Kecil
Yang sekarang telah menjelma sebagai sosok laki-laki rupawan?
Kau kah itu?
Yang dahulu selalu saja kabur dariku saat bertemu?
Teman kecilku.
Ingatkah dulu, kita selalu dipasangkan saat parade?
Ingatkah dulu, kau sangat lugu dan pemalu
Sedangkan aku galak dan tak tahu malu
Berbanding terbalik bukan? Hahaha.
Kau tahu? Aku selalu memperhatikanmu apapun itu sejak kita kecil
Tujuanku main kerumahmu bukan karena ada anak anjing yang lucu melainkan kamu
Tapi, kau malah kabur kerumah sahabatmu karna takut kepadaku
Hahaha lucu sekali.
Waktu pun berlalu, aku yang pergi meninggalkanmu tanpa berpamit
Hingga waktu mempertemukan kita kembali saat kita sudah remaja
Kau ingat tahun berapa itu?
Dimana malam itu kau datang kerumah eyang ku dan tak sengaja bertemu
Dimana aku kaget melihatmu karena perubahanmu yang sungguh drastis.
Tapi, ada yang tak berubah darimu.
Apa itu? Senyummu dan sikap pemalumu.
Malam itu, untuk pertama kali kau dengan berani meminta nomor ponselku.
Malam itu, untuk pertama kali kita kembali bernostalgia bersama didepan pintu.
Kau ingat? Bagaimana caramu mengungkapkan perasaan hatimu padaku yang membuatku tak berhenti tersenyum?
Berdebar jantungku.
Namun, saat jarak harus berpihak kembali.
Kau hilang lagi bagai ditelan bumi.
Kau muncul kembali saat semua sudah tiada berarti.
Teman kecilku, jangan khawatir.
Aku selalu menyayangimu walau entah bagaimana dengan kamu
Teman kecilku, tunggu saja takdir Tuhan apapun itu.
Kau tetap berarti untukku, apapun itu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Bandara
Jumat, 27 April 2018
Aku Merindukanmu
Kembali aku merindukanmu, sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari dikalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu.
Masih ku ingat saat itu.. Ya saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu
Kubangan hening kala itu..
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku.
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu
Kamar sunyiku, saat itu..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan?
Cintamu, cuma itu
Cinta yang membuka mataku
Pula yang membuka hatiku
Dan dalam bayangan pandanganku, aku melihatmu..
Hingga takkan bosan ku berbisik di telingamu
"Aku Merindumu"
-PerempuanPenggemarRindu-
Ketika Aku Jatuh Cinta Kepadamu
Ku rapatkan jaket ini untuk penghangat
Dalam rayuan semilirnya angin yang syahdu
Aku mengingatmu dalam lamnunanku
Ketika aku telah mengenalmu seiring berjalannya waktu
Tiba-tiba saja aku jadi sering senyum sendiri, merasa begitu bahagia saat menyambut esok hari datang lagi hanya untuk memastikanmu masih ada disini.
Dibenak ini, aku mulai merasakan ada yang aneh dalam diriku
Saat aku mengenalmu, ada getaran-getaran aneh yang tidak biasanya aku rasakan
Aku menjadikanmu candu dalam setiap aktivitasku
Aku merasa ada yang hilang jika aku tak mendengar kabar darimu
Mungkinkah aku mencintaimu?
Entah sejak kapan perasaan ini muncul
Hanya saja aku merasa ada yang hilang jika kau tak ada kabar
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Aku telah menjadikanmu candu dalam setiap kerinduanku
Ketika aku jatuh cinta padamu
Bumi serasa tak berputar, waktu serasa berhenti dan dunia serasa milik sendiri
Kau tahu sayang? Ketika aku jatuh cinta kepadamu
Hal yang mungkin terlalu bodoh adalah aku terlalu dalam untuk mencintai seseorang
Tak peduli seberapa seringnya nanti kecewa yang kutelan
Tak peduli seberapa seringnya aku merasakan sakit hati
Hanya saja aku tidak peduli akan itu
Yang aku tahu, ketika aku jatuh cinta terhadapmu
Yang ada dilintasanku hanya kamu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 25 April 2018
Aku Benci Rindu
Aku benci rindu saat harus menahan untuk pulang ke hatimu.
Aku benci menunggu.
Aku benci menunggu saat sudah untuk berjumpa denganmu.
Aku benci rindu.
Saat ia mulai bergejolak dan menuntut untuk sebuah pertemuan.
Aku benci rindu.
Saat harus terus menunggu kepastian.
Aku merasa kalah oleh rindu.
Mengapa? Karena rindu selalu saja bertambah tanpa tahu caranya untuk berkurang.
Benteng yang aku bangun sekokoh mungkin, seketika terkalahkan oleh rasa rindu.
Dinding hati terasa panas dan sangat menggebu-gebu.
Aku benci rindu.
Saat kau tak ada disampingku, aku merindumu.
Rindu ini selalu saja berusaha mengetuk untuk masuk.
Aku benci akan hal ini.
Rindu, apakah kau tidak lelah mengetuk hati yang sedang bertahan?
Menunggu untuk sebuah pertemuan?
Rindu, tidakkah kau bisa sabar agar semakin tak karuan?
Oh sayang, apakah kau juga membenci rindu?
Atau malah kau senang disiksa oleh rindu?
Jujur, aku benci rindu untuk saat ini.
Aku benci menunggu kali ini.
Biarkan semua ini aku pendam sendiri.
Hingga tiba saatnya nanti kita berjumpa kembali.
-PerempuanPenggemarRindu-
Sabtu, 14 April 2018
Jarak dan Jeda
Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jeda
Saat kau selalu bersamanya setiap waktu dan tak saling berpihak
Saat tiap hari berjumpa dan tak saling tegur sapa.
Apa kau mengerti akan adanya jarak yang dialami saat anak dan ayah sedang tak ingin berdiskusi?
Apa kau merasakan jeda yang teramat pedih saat kau harus memberikan celah pada suatu masalah?
Tidakkah kau merasa bahwa jarak dan jeda itu sangatlah menyiksa?
Kenapa? Karna itu membuat semuanya diam membisu.
Ini bukan soal cinta, bukan juga tentang selingkuh
Ini perkara hati, perasaan, dan logika saat tak saling bertautan
Ini perkara sepele yang semakin di diamkan semakin menjadi kaku
Membuat suasana hati menjadi serba salah
Tahukah kau wahai jeda?
Aku benci saat kau harus hadir ditengah-tengah aku dan ayah.
Tahukah kau wahai jarak?
Aku benci saat aku harus bersikap dingin terhadap ayah!
Mungkin ini salahku. Tapi tidak sepenuhnya ini salahku!
Karena apa? Ayahpun tak memahami situasiku
Ayah, maafkan anakmu yang terkadang suka membuat luka dihatimu
Biar bagaimanapun aku tetap menyangimu dalam hidup dan matiku
Ayah, aku telah berusaha untuk mencairkan suasana
Tapi kau masih saja bersikap keras dan dingin
Ayah, jujur aku benci saat aku harus berpura-pura baik-baik saja
Aku benci saat harus menahan tangis di depanmu.
Aku benci akan adanya jarak dan jeda diantara kita
Bukan aku tak ingin disayang atau dimanja
Aku terkadang merasa sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi yang masih ingin kau timang-timang
Maafkan aku yang terkadang galak, yang selalu mengadu apapun itu.
Percayalah ayah, aku selalu menyayangimu.
Dan aku rindu, bukan situasi ini yang aku inginkan
Entah situasi apa yang aku rindukan
Yang jelas aku benci akan jarak dan jeda diantara kerinduan
-PerempuanPenggemarRindu-
Rabu, 04 April 2018
Kisah masa lampau
Biar aku bernostalgia hari ini.
Inginkah kalian tahu, bahwa aku mempunyai kisah yang begitu seru.
Menurutku, dan entah menurutmu.
Berawal saat aku masih SMP kelas VII A.
Aku dikenalkan seorang lelaki oleh saudaraku yang awalnya untuk cari pacar.
Lalu, berkenalanlah waktu masih jamannya SMS-an, belum ada WA, IG, LINE, BBM dan lainnya. Hanya ada facebook hahaha.
Berkenalan melalui SMS pada malam hari selesai belajar.
Sebut saja dia Mr.R. Awalnya dia sombong, sok cuek banget tapi baik.
Aku di Cirebon dan dia di Purwokerto sekolah di MTS ternama disana aku lupa.
Seiring berjalannya waktu, kita sering sms-an, lalu tiba dimana aku pulang kampung, dan aku berencana untuk bertemu dengan dia.
Sebelum bertemu, aku dikerjain oleh temannya, sebut saja Mr.U dan Mr.B.
Mereka sangat baik, kocak abis dan seru! Kalian harus tahu, mereka super duper perhatian dan protektif!
Akhirnya, hari minggu pagi aku ketemu sama mereka bertiga.
Kita semua jalan-jalan pagi ke Gor satria Purwokerto.
Dongeng engga ada habisnya dari A-Z.
Engga ada jaim-jaimnya pokoknya.
Sampai beberapa kali pertemuan yang menjadikan kita semua semakin dekat terutama sama Mr.R si manusia baperan ini hahahaa :D
Awalnya pada ngira kalau kita ini bakalan taken. Nyatanya? Ngakak. hahahah
Engga ada taken, boro-boro dehhhh. Orang dia itu manusia playboy hahaha. Tapi takut kalau udah digalakin, gampang luluh sekalinya diperhatiin banget.
Pokoknya selama beberapa tahun itu penuh warna, sampai akhirnya mereka bertiga punya pacar semua dan aku masih tetap jomblo :D hahaha.
Mereka bertiga seperti kakak laki-laki yang selalu melindungi adhek perempuannya. Kalian tahu mereka sekarang udah kayak apa? Mr.U dan Mr.B udah kuliah di UMP semester akhir menuju skripsi dan wisuda. Sedangkan manusia baperan ini telah bekerja kwkwwk.
Terakhir kali aku bertemu mereka adalah lebaran tahun 2015/2016. Tapi, komunikasi masih tetap berjalan walaupun jarang bertemu. Masih suka curhat engga jelas, dan suka ngadu kalau ada yang macem-macem hahaha.
Kedekatan aku dan Mr.R ini, kadang dia masih suka baper. Engga tau kenapa ini orang ngeselin amat.
Kalau aku terakhir ketemu Mr.R ini tahun 2016/2017 kayaknya pas janjian makan mie ayam dadakan sampe nyasar dulu padahal tempatnya deket dari rumah *plak*.
Posisinya dia udah punya cewek dari jaman dia SMK dan ngumpet" mau ketemu aku hanya karna ceweknya cemburuan abis -_- . Padahal jauh sebelum sama ceweknya, aku udah kenal dia dari ingusan hahaha.
Tapi yaudahlah ya namanya juga jaga perasaan. Makan mie ayam terus foto-foto.
Oh iya! aku jadi ingat pas main sama mereka ke taman satria dan mandi-mandian di Sungai Pelus! hahaha.
Main kesawah cuman buat ngelihat satu sama lain. Terus aku ngusir secara engga sopan dan engga enak hati banget pas lebaran cuman karna mereka semua ngeselin fixxx, terus aku nangis karna ngerasa bersalah dan baiknya mereka memaafkan adhek kecil ini dan menasehatinya dengan baik. Kisahnya ma keliatannya engga jelas pokoknya hahaha, yang penting masa depannya tetap jelas *eaaaa
Dannnn disitu adalah masa-masa ingusan sampai gede yang tak terlupakan yaaaaaaa.
Pokoknya aku sayang kalian pakai banget <3
So sorry kalau engga seru menurut kalian. Tapi, kalau ikut ngalamin pasti kalian juga engga bisa lupa deh.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH.
-PerempuanPenggemarRindu-
Pulang
Tentang perjalanan, aku adalah masa depan.
Rumah untuk kamu pulang.
Tempat untuk melepaskan kerinduan.
Kepulangan adalah suatu hal yang dinantikan.
Sejauh apapun kamu pergi, kau pasti rindu akan pulang.
Mengertilah, bahwa kepulangan juga satu hal yang sangat menyebalkan.
Mengapa?
Setelah ada pertemuan, pasti ada perpisahan.
Setelah bertemu, rindu ini bukannya hilang tapi semakin bertambah.
Kesal terhadap pertemuan adalah adanya kepergian yang tak terelakkan.
Menjadikan diri ini manja akan setiap kepulangan.
Menjadikannya pilu saat datang waktu perpisahan.
Awan kembali kelabu sayang.
Mengetahui kau sedang berjuang dimedan perang dan entah kapan kau akan pulang.
Awan kembali sendu sayang.
Bertanya selalu kapan kau akan pulang?
-PerempuanPenggemarRindu-
Jumat, 30 Maret 2018
Candu
Namun setelah sekian hari pekatnya mampu membantuku membuka mata, aku mencandunya.
Aku tidak mencandu hujan, awalnya.
Namun setiap tetesnya mampu menyembunyikan tangisku, aku mencandunya.
Aku tidak mencandu senja, awalnya.
Namun setiap warnanya mampu menggambarkan rasa rinduku terhadapnya, aku mencandunya.
Jadi, kamu sekarang tahu.
Aku bersikap acuh tak acuh bukan karena tak perduli padamu.
Hanya saja aku tak ingin menjadikanmu sebagai canduku.
Karena sekali aku memulai, aku tak akan sanggup untuk tidak mencandumu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Saat Kau tak disini
Ku coba untuk jalani hari walau terasa sepi.
Menghadapi kerasnya dunia setiap hari seorang diri.
Menghadapi jeritan rindu yang meronta ingin bertemu saat kau tak disini.
Ku coba untuk terus setia dalam menunggu kau pulang.
Disini aku dalam kesendirian membunuh waktu agar cepat berlalu.
Disini aku sendiri bergelut dengan hati yang bergemuruh membara meminta kau untuk segera datang.
Sepiku telah menjadi teman untuk selalu setia menunggu kepulanganmu.
Saat kau tak disini, ku sibukan diri ini.
Berusaha acuh akan apa yang telah ku lalui.
Jenuh? Sudah pasti.
Ingin menangis? Oh betapa sering ku menahan tangisan ini.
Kepulanganmu sangat kurindukan.
Walau begitu, aku harus tetap setia mendampingimu sampai kapanpun dan tak tergantinkan.
Berapa lama pun kau bertugas.
Aku selalu bergegas menunggumu diteras.
Saat kau tak disini,
Percayalah bahwa aku selalu setia disini
Walau jujur pahit untuk selalu bertahan melawan sepi
Karna kau adalah prajurit yang bukan hanya milik aku sendiri
Wahai sayang,
Tetaplah setia pada Ibu pertiwi dan jangan kau khianati
Karna sama saja itu mengkhianati orang-orang yang kau sayang
Percayalah wahai kekasih, bahwa aku selalu mendo'akanmu saat kau tak disini.
-PerempuanPenggemarRindu-