Kamu pikir menunggu dalam kesendirian itu asyik?
Menunggu dalam sendunya senja disore hari itu menarik?
Tidak sayang, tidak.
Menunggu tak seasyik irama musik yang selalu mengajak teggelam bersama alunannya.
Kamu pikir tetap bertahan berdiri sendiri dan menunggu kabar hingga kepastianmu itu butuh waktu yang sebentar?
Kamu pikir tetap memilih bertahan pada pilihan itu gampang?
Tidak sayang, tidak.
Tidak semudah yang kamu pikirkan.
Bertahan untuk terus berkomitmen dengan hati yang mulai ragu.
Bertahan dalam harapan yang tak kunjung dapat kepastian.
Kamu pikir menunggu itu mudah?
Menunggu itu membuat jenuh.
Biarpun menunggu hal dari orang yang terkasih, tetap tidak enak.
Ini hati sayang, bukan playground.
Disaat yang ditunggu tak kunjung mengerti pun, ada saatnya untuk berjalan mundur.
Menunggu dibawah senja yang mulai tenggelam.
Senja yang selalu berubah warna setiap harinya.
Andai kamu tahu, senja itu menggambarkan warna rinduku terhadapmu.
Jika kau mengerti, lihatlah senja yang selalu menampilkan warna jingganya.
Pahamilah keindahannya dan rasakan penantiannya walau hanya sesaat.
Karena menunggu dalam senja sungguh menyiksa.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar