Sabtu, 14 April 2018

Jarak dan Jeda

Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jarak
Kau tak akan pernah tahu apa itu arti jeda
Saat kau selalu bersamanya setiap waktu dan tak saling berpihak
Saat tiap hari berjumpa dan tak saling tegur sapa.

Apa kau mengerti akan adanya jarak yang dialami saat anak dan ayah sedang tak ingin berdiskusi?
Apa kau merasakan jeda yang teramat pedih saat kau harus memberikan celah pada suatu masalah?
Tidakkah kau merasa bahwa jarak dan jeda itu sangatlah menyiksa?
Kenapa? Karna itu membuat semuanya diam membisu.

Ini bukan soal cinta, bukan juga tentang selingkuh
Ini perkara hati, perasaan, dan logika saat tak saling bertautan
Ini perkara sepele yang semakin di diamkan semakin menjadi kaku
Membuat suasana hati menjadi serba salah

Tahukah kau wahai jeda?
Aku benci saat kau harus hadir ditengah-tengah aku dan ayah.
Tahukah kau wahai jarak?
Aku benci saat aku harus bersikap dingin terhadap ayah!

Mungkin ini salahku. Tapi tidak sepenuhnya ini salahku!
Karena apa? Ayahpun tak memahami situasiku
Ayah, maafkan anakmu yang terkadang suka membuat luka dihatimu
Biar bagaimanapun aku tetap menyangimu dalam hidup dan matiku

Ayah, aku telah berusaha untuk mencairkan suasana
Tapi kau masih saja bersikap keras dan dingin
Ayah, jujur aku benci saat aku harus berpura-pura baik-baik saja
Aku benci saat harus menahan tangis di depanmu.

Aku benci akan adanya jarak dan jeda diantara kita
Bukan aku tak ingin disayang atau dimanja
Aku terkadang merasa sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi yang masih ingin kau timang-timang
Maafkan aku yang terkadang galak, yang selalu mengadu apapun itu.

Percayalah ayah, aku selalu menyayangimu.
Dan aku rindu, bukan situasi ini yang aku inginkan
Entah situasi apa yang aku rindukan
Yang jelas aku benci akan jarak dan jeda diantara kerinduan

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar