Aku benci rindu.
Aku benci rindu saat harus menahan untuk pulang ke hatimu.
Aku benci menunggu.
Aku benci menunggu saat sudah untuk berjumpa denganmu.
Aku benci rindu.
Saat ia mulai bergejolak dan menuntut untuk sebuah pertemuan.
Aku benci rindu.
Saat harus terus menunggu kepastian.
Aku merasa kalah oleh rindu.
Mengapa? Karena rindu selalu saja bertambah tanpa tahu caranya untuk berkurang.
Benteng yang aku bangun sekokoh mungkin, seketika terkalahkan oleh rasa rindu.
Dinding hati terasa panas dan sangat menggebu-gebu.
Aku benci rindu.
Saat kau tak ada disampingku, aku merindumu.
Rindu ini selalu saja berusaha mengetuk untuk masuk.
Aku benci akan hal ini.
Rindu, apakah kau tidak lelah mengetuk hati yang sedang bertahan?
Menunggu untuk sebuah pertemuan?
Rindu, tidakkah kau bisa sabar agar semakin tak karuan?
Oh sayang, apakah kau juga membenci rindu?
Atau malah kau senang disiksa oleh rindu?
Jujur, aku benci rindu untuk saat ini.
Aku benci menunggu kali ini.
Biarkan semua ini aku pendam sendiri.
Hingga tiba saatnya nanti kita berjumpa kembali.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar