Aku tidak mencandu kopi, awalnya.
Namun setelah sekian hari pekatnya mampu membantuku membuka mata, aku mencandunya.
Aku tidak mencandu hujan, awalnya.
Namun setiap tetesnya mampu menyembunyikan tangisku, aku mencandunya.
Aku tidak mencandu senja, awalnya.
Namun setiap warnanya mampu menggambarkan rasa rinduku terhadapnya, aku mencandunya.
Jadi, kamu sekarang tahu.
Aku bersikap acuh tak acuh bukan karena tak perduli padamu.
Hanya saja aku tak ingin menjadikanmu sebagai canduku.
Karena sekali aku memulai, aku tak akan sanggup untuk tidak mencandumu.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar