Rabu, 07 Maret 2018

Harapan

Hei kamu!
Kamu yang selalu menjelma di ruang hati. Menerobos, mendesak lalu memaksa masuk. Aku tak pernah membencimu. Aku juga tak melarangmu singgah, atau mengusirmu pergi jauh.
Aku selalu berusaha percaya padamu dan membiarkan aku untuk ikut melangkah bersamamu.
Ku beri nama HARAPAN!.
Ya, kamulah harapan. Bukankah kamu datang untuk menghapus luka?
Menghilangkan ragu? dan menunjukkan seberkas sinar?

Lalu, kemana kamu sekarang? Ternyata, kamu tak lebih dari seorang penipu!.
Ya, harapan adalah seorang penipu dan pencuri kebahagiaan.
Kamu datang dengan senyum dan seikat bunga, menaburkan benih dihatiku, lalu kembali dengan duka.
Bukankah kamu adalah seorang pendusta? Seseorang yang picik dan tak bertanggung jawab?

Hey kamu!
Yang ku sebut sebagai harapan! Kamu hanya impian kosong. Indah, tetapi sakit. Jangan pernah kau datang lagi diruang hati ini!

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar