Dini hari tadi diatas mejaku hanya ada secarik kertas, sebuah pena dan secangkir kopi.
Dengan sangat hati-hati, aku tulis namamu dan mengejanya berulang kali.
Akan tetapi, saat hendak menuliskan tulisan sehabis namamu itu, tiba-tiba saja jemariku mendadak berhenti.
Aku hela udara segar sejenak dan menyeruput kopiku yang mulai dingin sembari berharap tenang lekas datang.
Lalu aku berbisik pada pikiran dan sanubari, "Lain kali, jangan biarkan dirinya beranjak keluar dan tertulis lagi. Sebab, jemariku tidak akan sanggup dan tintaku tidak akan pernah cukup".
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar