Rabu, 07 Maret 2018

Hujan

Sore ini hujan turun lagi. Tak peduli seberapa sering hujan turun tanpa diundang,ia selalu saja menawarkan kembali ingatan tentang kenangan yang telah terlewat. Kau tahu hujan? Betapa diri ini merasa sendu saat kau datang. Menawarkan air deras yang selalu menetes beriringan dengan air mata. Kau memang membuat sendu, akan tetapi membuatku merasa candu. Saat orang lain menyingkir dan mencari teduhan karna derasmu, aku tetap melaju dan diam terpaku dalam tetesan air mata yang diiringi aliran derasmu.

Wahai hujan, tolong sampaikan padanya bahwa aku rindu. Rindu yang teramat sangat. Hingga diri ini tak mampu lagi untuk membendungnya. Wahai hujan, tolong beri tahu ia bahwa aku mencintainya dalam diam. Dalam kesunyian malam yang diiringi jangkrik berbunyi,ku teguhkan hati dan pikiran ini agar ia mengerti bahwa diri ini menunggunya. Dibawah derasnya air hujan yang kau turunkan, terdapat tangisan yang teramat ingin didengar.

Hujan,tolong bawakan derasnya air hujan ini untuknya juga. Agar ia merasakan juga betapa aku sangat mengingatnya. Menunggunya datang kembali. Hujan, darimu aku belajar bahasa air. Bagaimana berkali-kali jatuh tanpa sedikitpun mengeluh pada takdir.


-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar