Sabtu, 24 Maret 2018

Impian Menjadi Ibu Persit.

Kau tahu, sejak kecil aku selalu punya impian agar bisa menjadi ibu persit?
Mengapa?
Dulu, ayahku adalah seorang Abdi Negara. Aku sangat bangga padanya.
Mamahku dulu seorang persit. Aku sangat mengaguminya.

Terlahir dari pasangan suami istri yang luar biasa.
Mendidik ku hingga sebesar ini dengan disiplin.
Semua aku syukuri dan sangat kunikmati.
Andai waktu bisa kuputar ulang, ingin rasanya ku kembali.

Tidak mudah untuk menjadi Tentara.
Tidak mudah juga untuk menjadi bagian ibu Persit.
Anaknya pun harus sanggup mengikuti kemana Ayah pergi.
Selalu siap sedia saat tugas negara memanggil dan harus pindah-pindah tempat tinggal.
Selalu dituntut untuk mudah beradaptasi dengan sekitar.

Menjadi bagian dari keluarga abdi negara adalah hadiah terindah.
Meski waktu tak dapat ku putar kembali.
Setidaknya aku masih memiliki memori saat itu.
Masih dapat kuputar ulang kapanpun aku mau.

Setelah Ayah pensiun, dan pindah ke Jakarta semua berlalu.
Semua kembali seperti diawal, ayah membuka usaha baru.
Biar bagaimanapun kau tetap tentaraku ayah.
Biar bagaimanapun kau tetap ibu persit ku mamah.
Sudah pensiunpun masih gagah.

Sejak saat itu, aku memiliki impian agar aku bisa menjadi ibu persit.
Kenapa? Karna inginku mengabdikan diri pada Negara bersama pasangan hidup tercinta.
Aku bukan cinta seragamnya yang dengan gagah dilihatnya.
Aku mencintai seluruhnya untuk di dunia dan akhirat.

Teruntuk kamu Tentaraku nanti, siapapun itu.
Aku menunggumu disini dan siap mendampingimu dalam senang dan susahmu, dalam bahagia dan dukamu, dalam segala kondisi apapun nanti.
Teruntuk kamu Tentaraku nanti, siapapun kamu.
Aku siap menjadi ibu Persitmu.


-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar