Kala senja mulai menyapa di sepertiga menjelang malam.
Begitu mudah ia datang dengan indahnya dan begitu mudahnya ia tenggelam.
Senja selalu seperti itu, ia datang tak diundang pulang pun tak diantar.
Senja selalu seperti itu, ia hadir menawarkan keindahan lalu pergi seenaknya meninggalkan serpihan.
Rindu dikala senja.
Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, rasa.
Ketika ada rindu yang tak tersampaikan pada dirinya.
Senja selalu menawarkan untuk menitipkan rindu ini padanya.
Betapa peliknya rindu ini agar tersampaikan disaat senja.
Betapa kesetiaannya diuji untuk menunggu senja yang tak selalu ada.
Senja selalu seperti itu,
Ia datang dengan waktu yang sebentar.
Senja juga memberikan pengertian bahwa waktu adalah salah satu dari sekian hal yang tak bisa didaur ulang.
Senja selalu memberikan warna yang berbeda dari tiap waktu ia hadir.
Dan ..
Sesaat jingga menghilang dalam senja,
Ruam-ruam rindu menyembul melantunkan nada memekikan telinga.
Senyap menduga,
Mulut tak mampu bicara jika ia merindukan senja.
Dan..
Jika kau sudah melihat warna senja sore itu,
Kau pasti sudah tahu bukan, apa warna rinduku?
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar