Ternyata bukan aku.
Bukan aku yang kamu pilih.
Hatimu selalu kembali pulang kepada dirinya.
Siapalah aku yang hanya jadi figuran pelipur lara.
Siapalah aku yang hanya jadi payung saat hujanmu datang dan pelangimu kembali lagi.
Siapalah aku yang hanya kau anggap tiang sebagai sandaran sementara.
Aku sadar,diriku hanya sebagai figuran disaat pemeran utama sedang tidak ada.
Kau tahu apa yang ku benci darimu?
Omong kosong sampahmu yang telah ku percaya!
Hati ini sangat mengutuk akan kebodohanku yang terlalu percaya.
Kau datang tanpa merasa dosa, dan pergi meninggalkan luka!
Kau tahu? Berapa kali kau hadir dan pergi seenak jidatmu itu hah?!
Kau pikir kau ini siapa?
Seenak jidat memainkan perasaan!
Sesuka hati datang dan pergi.
Kau pikir aku ini terminal?
Tidakkah kau berfikir wahai sayang?
Perlakuanmu terhadapku yang menimbulkan seberkas harapan!
Tetapi dengan mudahnya kau hancurkan saat kau bosan!
Pergi menghilang dan kembali bersama dia yang kau agungkan!
Datang kepadaku saat kau merasa bosan!
Kau pikir aku tempat bermain hah?
Tidakkah kau punya pikiran sayang?
Sebuah pengkhianatan lebih sakit dan pilu daripada kehilangan.
Kekecewaan yang mendalam, membuatku menangis dalam kesunyian.
Inginku berteriak kepadamu!
MANA YANG KATANYA SUDAH PUTUS DAN MEYAKINKAN KU NAMUN NYATANYA HANYA OMONG KOSONG?
Ah!! Nyatanya kau tetap saja memilih dia dan bukan aku.
Kemana perkataanmu yang ingin membuktikan kepadaku bahwa kamu tidak main-main sayang?
Ah!! Nyatanya hanya wacana belaka sebagai pemanis saja.
Dasar kau pembual! Pengobral janji.
Bisa-bisanya kau patahkan hati ini yang ingin ku buka kembali.
Ternyata, pilihanmu bukan aku tetapi dia.
Selamat sayang, semoga dia tak tahu perlakuanmu terhadapku.
Supaya ia tetap mencintaimu dan tak merasakan sakit sepertiku.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar