Kamis, 08 Maret 2018

Sekarang Aku Tahu.

Sekarang aku tahu.
Aku hanya menjadi bagian pelipur lara disaat kau sedang berduka. 
Aku hanya sebuah objek pelampiasan disaat dirimu tak sedang dengannya.

Aku hanya sebagai tempat berteduh disaat hujanmu telah berlalu dan pelangimu datang kembali.
Aku bukan tempat untuk kepulanganmu melainkan hanya untuk sekedar mengetuk pintu dan bersinggah sejenak karna dukamu. 

Perlakuanmu terhadapku, kau lakukan juga terhadap dia yang kau sebut sebagai mantanmu.
Ku pastikan dirimu untuk meyakinkan keraguanku.
Faktanya, kau menghilang lagi dan hadir kembali hanya untuk menambahkan luka dihati.
Kau goreskan lagi luka dihati ini.

Tidak mengapa sayang, aku sudah terbiasa. 
Terbiasa akan hadir dan pergimu.
Terbiasa akan kata manismu tanpa pembuktianmu.
Tidak mengapa sayang, aku sudah berteman baik dengan omong kosongmu.

Kau pernah berkata, prinsipmu "yakin tapi tak berharap".
Ah! Omong kosong. Sama saja dengan halnya kau hanya yakin tapi tak berusaha.
Taukah kamu?
Akibat perlakuanmu ada wanita yang rela menunggumu dalam diam?
Menunggumu dalam sakit! 

Ah! Itu hanya hal biasa untukmu.
Layaknya layangan yang sedang kau tarik ulur dan bermain bersamaku.
Mungkin salahku yang telah berharap.
Yang terlalu percaya akan kata-kata mu itu. 

Nyatanya? Kau masih saja menaruhkan keyakinan dan rasa berharap untukku.
Dan dirimu? Asik dengan permainanmu. 
Tenang saja sayang, aku sudah mati rasa.
Dan aku sudah terbiasa.

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar