Sabtu, 10 Maret 2018

Belum puas akan tangisku.

Semalam tadi, aku menangis.
Menangis menjerit dalam kesendirian. 
Belum cukup rasanya ku menumpahkan segala rasa yang ku rasakan.
Air mata ku sampai tak sanggup lagi untuk menetes.

Kau tau sayang?
Pengkhianatanmu sungguh menyakitkan.
Hatiku remuk redam. 
Pagi ini ku kembali menangis.
Namun aku tersadar, kamu terlalu bangsat untuk ku jadikan prioritas!

Seraya waktu terus berputar.
Setiap kali aku melihat fotomu muncul, hati ini seperti kembali tersayat.
Mata ini kembali memangis. 
Belum puas rasanya kau buat aku tersiksa akan tangisan.

Aku tidak marah akan perbuatanmu padaku.
Hanya saja aku terlalu kecewa denganmu.
Kenapa harus kamu?
Kenapa harus aku?

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar