Terdengar kabar bahwa kau semakin melemah.
Setelah operasi semua berjalan lancar, hanya selang beberapa hari kau mulai melemah drastis.
Tanda-tanda akan kepergianmu mulai muncul.
Nek..
Tidakkah kau ingat? Betapa hebatnya dirimu membesarkan sepuluh anak-anakmu yang telah sukses.
Betapa mulianya dirimu nek..
Walau dirimu galak, tidak menempuh pendidikan hanya untuk mencari sesuap nasi.
Nek..
Perjuanganmu tiada henti.
Hingga kau jatuh sakitpun, kau masih bertekad untuk sembuh.
Berobat kesana kemari kau lakoni.
Hingga waktu memberimu celah untuk berdiam diri.
Terbaring lemah dikasur sendiri.
Nek..
Kini sakitmu telah hilang, yang dideritamu sudah tidak menyakitimu lagi.
Segala penyakit yang bersarang ditubuhmu kini sudah tidak ada lagi.
Perjuanganmu telah usai..
Nek..
Apa nenek tahu? Disini banyak sekali yang menangisi kepergianmu.
Tetapi, jika kau bertahanpun itu sulit.
Belajar ikhlas untuk semuanya.
Kau tahu? Aku menangisimu nek, maafkan aku dan semuanya.
Nek..
Kini kau sudah tenang di Syurga sana.
Kau pergi dihari yang baik, hari Jum'at.
Jum'at kliwon dimana itu adalah malam yang sangat wingit.
Besok adalah hari ketujuh kau pergi meninggalkan kita, tetapi besok juga terakhir para juru kunci menunggu tempat peristirahatanmu.
Nek..
Yakinlah, disini selalu banyak yang mendo'akanmu.
Di pemakaman saat itu, kita semua berdo'a dan membaca yasin.
Tenanglah dirumah barumu nek..
Kita semua menyayangimu.
Dan rela melepas kepergianmu selamanya.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar