Sabtu, 18 Agustus 2018

Mencintai atau Dicintai?

Mencintai atau Dicintai?

Bagiku, semua sama saja.
Hanya perbedaanya, mencintai itu kamu bisa memberikan seutuhnya hatimu dengan tulus pada orang yang kamu cintai, walaupun nanti ujungnya kau tak dapat sepenuh hati dari orang yang kau kasihi.

Sering merasa bahwa hanya kau yang berjuang sepenuhnya, sedangkan ia hanya sekedarnya.
Kau memberikan dia seutuhnya, sedangkan dia hanya seperlunya.

Dicintai, nikmat manalagi yang ingin kau dustai ketika diri merasa sangat dicintai?
Tapi, tidak ada bedanya dengan mencintai.
Dicintai merasa bahwa kita diberikan segalanya, padahal kita hanya seperlunya. Merasa bahwa kita sangat dimanja dan disayangi seutuhnya dengan tulus.
Tapi, sadarkah kau? Yang berjuang hanya tetap satu bukan?
Bedanya, mencintai memberikan pengorbanannya dengan tulus, rela tersakiti ketika orang yang dicintai hanya memiliki rasa yang tidak utuh.

Dicintai juga seperti itu. Merasa seperti dijadikan raja, tapi tidak mau tahu bagaimana seutuhnya perasaan orang yang mencintainya.

Jika kau diberi pilihan untuk mencintai atau dicintai, pasti lebih memilih dicintai bukan? Karena dengan seiring berjalannya waktu, benih cinta juga akan mengalir mengikuti alur.

Akan tetapi, bukankah lebih indah jika saling mencintai? Saling membangun cinta dan perasaan?
Saling mengerti bagaimana keadaan?
Halah! Omong kosong!
Semua tetap saja berada pada titik siapa yang memiliki perasaan lebih dulu.

Rumit bukan?
Sederhananya adalah, jika kau merasa bahwa semua akan baik-baik saja saat bersamanya, maka kau memang mencintai seutuhnya.
Tak perduli nantinya akan tersakiti atau tidak.
Tak perduli nantinya akan kecewa atau tidak.
Intinya, selama itu bersama dia, kau merasa semua baik-baik saja.

-Perempuan Penggemar Rindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar