Rabu, 03 September 2025

Mencari sembuh

Tubuhku tidak sakit,
tapi aku selalu mencari sembuh.
Ada sesuatu yang tak terlihat,
menggerogoti dalam diam,
seperti hujan yang turun tanpa suara,
membasahi tanah sampai runtuh.

Aku juga hancur,
namun aku memilih diam.
Sebab bila aku bicara,
yang keluar hanyalah pecahan-pecahan
yang tak seorang pun sanggup menampung.
Aku belajar menelan air mata,
sampai tenggorokan ini terasa karat.

Temui aku,
bila kau punya keberanian,
di penyesalan yang tak sanggup kau sentuh.
Di ruang yang paling kelam,
aku menunggu—
bukan dengan harapan,
tapi dengan keputusasaan yang diam-diam tumbuh
seperti akar liar di dada.

Aku ingin berteriak,
tapi tak ada suara yang tersisa.
Aku ingin berlari,
tapi kaki ini terikat oleh ingatan.
Aku ingin lupa,
tapi kepalaku adalah penjara,
dan aku narapidana yang mengulang hukuman
setiap malam.

Jika kau datang,
kau akan menemui sisa diriku:
bukan lagi cahaya,
melainkan abu yang bertebaran,
rapuh disentuh,
hancur dalam genggaman.

Aku tidak meminta kau memperbaiki,
aku tahu itu mustahil.
Aku hanya ingin kau tahu—
bahwa di balik diamku,
ada luka yang tidak pernah berhenti berdarah.
Bahwa di balik senyumku,
ada aku yang terus-menerus mati,
setiap hari.

-Perempuan Penggemar Rindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar