Rabu, 12 Oktober 2022

Tentang Hujan dan Secangkir Kopi

Biar aku ceritakan
Batang-batang hujan yang patah
Diatas genteng rumah
Tanah-tanah yang kembali basah
Menyapa soremu dengan indah

Hujan kali ini hanya ingin sekedar bertukar kabar
Bahwa disini 
Tak ada jeda bagi jera
Untuk menengahi kopi dan gula

Mungkin memang hujan
Melarut segala angan
Membawa kembali kenangan
Menghadirkan kembali mimpi yang enggan di ceritakan
Mengingat kembali dimana kita masih penuh kehangatan

Secawan hangatnya arabika
Meluap rona yang tak terbaca
Melerai angan yang beku
Mengikat haru yang berpadu

Cih, jadi ini rasanya rindu?
Dalam balutan hujan yang abadi
Rindumu takkan pernah pergi
Dalam kehangatan secangkir kopi
Mengingatkan ku pada kisah yang telah mati

Bersama pilu yang membilah hati
Arabika yang wangi, menyisakan sunyi
Bersama hujan yang tak kunjung berhenti
Perlahan ku bunuh kembali kamu dengan secangkir kopi.

-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar