Salahku, yang terlalu perasa atas apa yang telah dilakukan.
Salahku, yang terlalu menaruh harapan lebih dan berakhir kekecewaan.
Salahku, yang menganggap dirimu sebagai pujaan
Namun akhirnya aku hanya sebuah pelarian.
Mungkin memang salahku yang terlalu mudah jatuh pada ucapan manis.
Mungkin memang salahku yang terlalu mendamba hubungan yang harmonis.
Mungkin memang salahku yang terlalu optimis
Dalam memegang teguh perasaan hati untuk dirimu yang egois.
Salahku, yang terlalu perasa.
Salahku, yang terlalu mudah jatuh lebih dalam lagi ke kubangan penuh luka.
Kecewa, yang tiada tara.
Luka, yang kini kembali menganga.
Oh tuan, jika memang tak ada niat memberi harapan,
Jangan datangkan kebahagiaan bila semua itu hanyalah kepalsuan.
Oh tuan, jika memang berniat menusukan luka lebih dalam,
Kau sudah melakukan tikaman itu diam-diam.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar