Jika memang bukan aku yang kau pilih untuk pulang dan bertukar cerita tentang hari-harimu lagi,
Tolong lepaskanlah secara baik-baik.
Aku tak ingin memaksakan kalau memang bukan takdirnya.
Aku tak akan mempertahankanmu lagi dengan sebegitunya.
Entah terlepas dari siapa yang merasa kurang atau lebih,
Aku hanya tak ingin jika satu pihak saja yang masih terus mempertahankan
Sedangkan kau malah asik ingin diperjuangkan.
Setia tidak sebercanda itu, sayang.
Perihal kau bosan?
Tolong, katakan saja dengan gamblang.
Kau ingin sebuah perpisahan tanpa adanya pamitan?
Oh, sungguh itu sangat memalukan.
Kau datang dengan mengetuk pintu hati, tuan.
Lalu kau tiba-tiba pergi tanpa berpamitan?
Oh tuan, ini bukan PBB yang dengan mudahnya putar haluan
Ini hati yang memiliki segenap perasaan.
Jika ingin meninggalkan, pintu keluar ada disebelah sana
Cukup katakan saja, tak perlu menyembunyikan semuanya.
Perihal kau terlampau penat, melepaskan pun tak akan jadi masalah
Kau hanya butuh berterus terang
Berupaya sedikit gamblang akan lebih baik adanya
Perihal aku yang terluka, biar ku benahi nanti saja, tuan.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar