Kamis, 03 Desember 2020

Biar Langit yang memutuskan

Tentang sepotong senja

Kau, aku, dan kenangan tentang setapak jalan berdebu belantara,

Akasia-ada sebuah perjalanan luka.


Apakah hatiku tak cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu?

Apakah cintaku tak mampu mendinginkan panasnya geloramu?

Lalu, aku bisa apa?

Bertahan dalam pekat, atau pergi dengan luka yang melekat.


Dimana belas kasih itu?

Bersama mu seperti mimpi semu

Hanya bisa merasakan abadinya luka

Padahal dalam hati tersimpan banyak do'a


Bagaimana harus ku hentikan air mata?

Impian kita hanya sebatas dalam mimpi

Biarlah langit yang memutuskan

Tentang akhir cerita cinta kita


-PerempuanPenggemarRindu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar