Setelah semuanya selesai, hujan masih tak kunjung reda.
Rintiknya masih sayup-sayup terdengar.
Rintik yang menyisakan basah sebagai bekas.
Seolah menyalahkanku tanpa batas.
Lagi-lagi aku kalah telak, tak dapat mengelak ketika hujan itu menumbuhkan dengan subur kenangan yang telah lalu.
Lagi-lagi aku kalah telak, tak dapat berkutik ketika rindu menyentuh kalbu.
Rindu kini menjelma jadi candu.
Bagaikan aroma kenzo bambu yang harumnya menyengat di indra penciumanku.
Aduhai, kepada siapa rindu ini akan berlabuh?
Sedangkan hatiku saja sedang rapuh.
Dua-tiga dermaga pun terlewat sudah dan menolak mentah-mentah.
Kemana lagi aku mencari arah?
Tuan, sudah cukup semua ini.
Aku pamit pergi dan tak ingin kembali.
Biar saja ku bentangkan lagi kepakkan ini, mengikuti arah angin walau semua terasa dingin.
Luka itu sedang dalam pembekuan.
Serpihan-serpihan hati yang pecah telah kembali terbentuk
Tinggal menunggu masalah waktu yang bekerja untuk membuat hati kembali tertutup.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar