Andai aku dapat memutar kembali waktu
Lebih baik, aku tak mengenalmu.
Cukup dengan menjadi penggemar rahasiamu
Yang dapat bertemu tanpa adanya rindu.
Lebih baik, aku tak mengenalmu.
Cukup dengan menjadi penggemar rahasiamu
Yang dapat bertemu tanpa adanya rindu.
Jujur saja, aku tak menyesal mengenalmu
Hanya saja, kita lebih lucu memandang dari jauh.
Saling malu-malu kucing dan menyimpan gossip diperkumpulan geng masing-masing.
Kamu yang mengenalku sebegitunya, sedangkan aku yang hanya sekedarnya.
Hanya saja, kita lebih lucu memandang dari jauh.
Saling malu-malu kucing dan menyimpan gossip diperkumpulan geng masing-masing.
Kamu yang mengenalku sebegitunya, sedangkan aku yang hanya sekedarnya.
Oh andai saja. Maafkan.
Bukan aku tak bersyukur pada Tuhan dan waktu yang telah membuat kita bertemu, sampai akhirnya kita bersatu.
Bukan aku tak berterimakasih pada alam semesta.
Hanya saja, aku kehilangan beberapa bagian dirimu saat kita pertama kali berjumpa.
Bertegur sapa, bertemu dan memupuk rindu, hingga akhirnya dekat tak ada sekat.
Bukan aku tak bersyukur pada Tuhan dan waktu yang telah membuat kita bertemu, sampai akhirnya kita bersatu.
Bukan aku tak berterimakasih pada alam semesta.
Hanya saja, aku kehilangan beberapa bagian dirimu saat kita pertama kali berjumpa.
Bertegur sapa, bertemu dan memupuk rindu, hingga akhirnya dekat tak ada sekat.
Namun, tahukah kau tuan? Aku kini sedang terisak.
Meratapi kisah kita yang agak berjarak.
Tuan, ada apa gerangan?
Apakah ada yang kau sembunyikan?
Tolong katakan, bahwa akulah yang kau inginkan.
Akulah rumah tempat kamu untuk pulang.
Kitalah rumah yang dibangun dengan penuh kasih dan sayang.
Meratapi kisah kita yang agak berjarak.
Tuan, ada apa gerangan?
Apakah ada yang kau sembunyikan?
Tolong katakan, bahwa akulah yang kau inginkan.
Akulah rumah tempat kamu untuk pulang.
Kitalah rumah yang dibangun dengan penuh kasih dan sayang.
Tuan, andai kau tahu. Terlalu sering mata ini menangis.
Hati dan pikiranku semakin kronis.
Memikirkan hal-hal yang tidak realistis!
Membuat jiwa ini semakin meringis.
Hati dan pikiranku semakin kronis.
Memikirkan hal-hal yang tidak realistis!
Membuat jiwa ini semakin meringis.
Tuan, tolong jangan kau buat lagi mata ini kembali basah.
Aku lelah berkeluh kesah.
Aku pun tak ingin disebut bahwa aku ini lemah.
Aku lelah berkeluh kesah.
Aku pun tak ingin disebut bahwa aku ini lemah.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar