Kau tak tahu, seberapa kali mata ini kembali basah.
Kau tak tahu, seberapa banyak bantal ini menerima tetesan demi tetesan yang terurai dari mata.
Seberapa banyak tangisan yang ku buang sia-sia dan kau tak mengetahuinya.
Tuan, mengapa kau membuat diriku terasa begitu lemah?
Kau tak tahu bukan, seberapa kuat aku menahan jeritan tangisan malam?
seberapa remuk redam aku dalam diam?
Menangis tanpa suara, padahal hati sudah ingin menjerit!
Menahan kecewa dengan sengit!
Pertarungan hati dan pikiran semakin menjadi.
Memikirkan aku harus bertahan atau beranjak pergi?
Apakah hatimu masih layak aku huni?
Apakah hatiku masih kuat bertahan sendiri?
Menahan pilu bertubi-tubi, tapi kau acuh tak sadar diri.
Harus ku apakan perasaan ini, tuan?
Apakah aku harus tetap berdiri sendirian ditepi jalan?
Apakah aku harus tetap menunggu dalam kebimbangan?
Oh, persetan dengan kebisuan!
Aku benci jika harus terus melawan kerinduan, sendirian.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar