Semalam, aku bertengkar hebat dengan isi kepalaku.
Ia marah besar saat ku katakan, "kamu seharusnya sadar diri!"
Ahh yaa, lagi-lagi perihal kesadaran.
Sadar akan pikiran-pikiran yang terlalu rumit di kepala.
Sadar bahwa pikiran-pikiran itu tidak semua nyata adanya.
Kepalaku terlalu berisik.
Kepalaku sedang bertengkar dengan pikiran-pikiranku sendiri.
Semalam, aku tak bertegur sapa dengan isi kepalaku.
Aku sudah muak memikirkan semuanya sendirian.
Aku sudah lelah mengobati lukanya sendirian.
Lelah bertengkar dengan isi kepala.
Harus berdamai sendiri, memaafkan berulang kali, sendirian.
Isi kepala ini terlalu ramai, untuk jiwa yang sepi.
Isi kepala orang depresi memang tidak bisa di prediksi.
Muak? Tentu saja wahai semesta!
Dari banyaknya cara untuk merayakan kesedihan
Kenapa harus lari-lari memenuhi pikiran
Ada tangis yang tak butuh tenang
Berjuang sendirian demi memenangkan pertengkaran mati-matian
Aku sudah berada di titik tangisku sudah tidak butuh tenang
Biarkan aku menghafal bagaimana rasa sakitnya
Menikmati masa-masa mati rasa
Menanti apa itu bahagia
Dan tidak lagi bertengkar dengan isi kepala
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar