Hancur mana yang tidak kurapihkan sendiri,
Ingin pulang, tapi tahu kalau rumah sudah bukan tempat pulangmu lagi.
Capek, harus selalu berpura-pura.
Retak demi retak kupungut tanpa suara.
Tak ada tangan yang tinggal, saat aku jatuh paling dalam.
Aku belajar berdiri dari puing,
Menjahit luka dengan sisa harap.
Menahan perih tanpa saksi,
Menangis sebentar, lalu bangkit pelan.
Jika hari ini aku tampak utuh,
Itu bukan karena hidup ramah padaku,
Melainkan karena aku menolak mati
Di reruntuhan yang mereka tinggalkan.
Aku tidak lahir kuat,
Aku hanya terlalu sering dipaksa bertahan.
Jika hari ini aku tampak tenang,
Percayalah, itu hasil dari ribuan perang yang tak pernah kau lihat.
-PerempuanPenggemarRindu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar