Rabu, 07 Agustus 2019

Perginya Dirimu

Hai,Ayah..
Apa kabar? apakah kau baik-baik saja disana?
Aku merindukan dirimu yah.
Aku kesepian, dan hilang arah.

Ayah,
Ingin sekali ku gali gundukan itu.
Dan mencabut papan nama disetiap duka ku.
Biarlah nafasku yang ditukar untukmu.
Agar aku selalu bisa memelukmu.

Lewat dingin malam yang menyuap
Aku semakin terisak,
Ayah, bisakah aku meminta pada Tuhan agar memutar kembali waktu?
Agar aku dapat melihatmu lagi pada saat-saat terakhir sebelum kepergianmu?

Ayah,
Aku selalu mengharapkan engkau hadir dalam mimpiku
Mimpi yang sangat terasa nyata dalam tidurku
Mengapa kau tega meninggalkan aku secepat itu?
Aku selalu tidak siap untuk ditinggalkan olehmu.

Untuk tumbuh menjadi besar,
Tanpa kamu disisiku,
Menjadikan hari-hariku semakin pilu.
Ayah, aku rapuh tanpamu.

Hidupku tak seindah anak-anak yang lain,
Yang masih bisa mengajak ayahnya bermain.
Hidupku kini telah sepi,
Karena ditinggal ayah pergi.

Ayah, aku merindukanmu saat ini.
Rasa rindu yang takkan pernah bisa terobati.
Teringat betapa lembutnya saat kau usap kepalaku,
Teringat betapa tegasnya dirimu terhadapku,
Teringat betapa baiknya kau selalu menuruti apa mauku.

Seandainya saja, waktu sedikit tahu diri
Pasti ayah masih disini,
Tidak meninggalkan aku sendiri
Dan membiarkanku merasakan kehilangan yang teramat nyeri.

Ayah,
Jika aku harus mengikhlaskan dirimu pergi,
Tak apa..
Aku rela, semoga kau selalu tenang dialam sana.
Biarkan pilu ini, akan sembuh dengan sendirinya.
Terimakasih ayah, sampai berjumpa di dunia yang berbeda.

-PerempuanPenggemarRindu-
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar